Penjabat (Pj) Bupati Kudus Hasan Chabibie melawan mitos Gerbang Kalacakra Masjid Menara Kudus. Foto: Pemkab Kudus/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie melawan mitos Gerbang Kalacakra Masjid Menara Kudus. Baru-baru ini Hasan dengan santainya melintas di gerbang yang konon ditakuti para pejabat di Indonesia.
Pejabat negara selama ini disebut-sebut tidak ada yang berani melewati Gerbang Kalacakra Masjid Menara Kudus. Gerbang keramat itu konon ditakuti para pejabat sehingga mereka enggan berkunjung dan berziarah di makam dan Masjid Sunan Kudus. Sebab ada kuat yang menyebut pejabat bakal lengser dari kursi kekuasaannya setelah melintas Gerbang Kalacakra Masjid .
Namun mitos itu tidak berlaku bagi Hasan Chabibie. Ia menanggapi santai mitos itu, karena apapun yang terjadi pasti lengser juga. "Bukan terkait keramat juga, karena saya hanya PJ, yang hitungan waktunya sebentar. Cepat atau lambat pasti akan turun juga," ujar Hasan berseloroh
Kehadiran Hasan Chabibie di tempat itu adalah untuk ikut menabuh bedug di Tajug Menara Kudus dalam tradisi Dandangan warisan Sunan Kudus. Ia bersama sembilan penabuh bedug lainnya mengumumkan penanda pelaksanaan awal Puasa Ramadan, Senin (11/3/2024).
Hasan mengaku baru kali pertama menginjakkan kaki ke kawasan Masjid dan Menara Sunan Kudus. Ia membenarkan para Bupati Kudus terdahulu sebelumnya belum pernah ada yang berani berkunjung ke Menara Kudus.
Apalagi diperkuat adanya mitos rajah Kolocokro yang kala itu sengaja dipasang oleh Sunan Kudus di kompleks Menara Kudus. Dalam mitos yang hingga kini masih dipercaya, konon pejabat bupati atau raja yang datang ke Menara Kudus bakal lengser.
Hasan mengakui sempat ditanya sejumlah pihak sebelum berangkat ke Menara Kudus. Dia pun sempat berkonsultasi terlebih dahulu dengan sejumlah ulama dan habib, sebelum memutuskan berangkat ke Menara Kudus.
"Ini adalah momen bersejarah, karena ini pertama bagi Bupati Kudus berani menabuh bedug di puncak Menara Kudus,” ujar Hasan.
Sebelum bertugas di Kudus, Hasan menceritakan pernah bertemu dengan Maulana Habib Zindan yang juga pengasuh Ponpes Al-Fariyah.
“Kepada Habib Zindan, saya mengatakan jika ada rencana ke Kudus. Saya minta nasihat kepada beliau, karena kebetulan kalau setiap malam Jumat sebulan sekali saya singgah di Ponpes itu," jelas Hasan.
Habib Zindan beberapa kali bertanya terkait kepergian untuk bertugas di Kudus, atas permintaan sendiri atau diminta bertugas.
“Saya pun menjawab, berkali-kali saya diminta ke sana (bertugas di Kudus). Jadi saya tidak meminta, namun saya diminta bertugas ke Kudus. Lazimnya kepala daerah, kontestan politik itu kan menggunakan uang, dan saya jawab tidak menggunakan uang satu rupiah pun untuk menjadi Pj Bupati Kudus," urainya.
Hasan mengaku datang di Kudus melalui perjalanan spiritual atas panggilan dari Sunan Kudus. Apalagi dia menjabat sebagai penjabat bupati, tidak mengeluarkan uang serupiah pun.
"Di luar dugaan, kalau jenengan tidak minta dan anda tidak pakai uang, artinya anda dipanggil Sunan Kudus untuk berangkat ke sana (ke Kudus)," imbuh Hasan.
Dalam acara itu, Hasan juga meminta nasihat dan izin kepada kiai dan ulama untuk ikut menabuh bedug Dandangan yang berada di atas Menara Masjid Sunan Kudus.
Setelah itu, penabuh bedug berjalan menuju puncak Menara Kudus. Hasan pun turut ikut menabuh bedug yang menandakan awal Bulan Ramadan jatuh pada Selasa 12 Maret 2024.