Tenda-tenda para peserta Gambus Misri Camp 2026 di Kedungsari desa Kendalsari kecamatan Sumobito kabupaten Jombang. (Foto: Yayasan Air Kita / Erakini)
Jombang, erakini - Sebanyak 41 muda-mudi generasi alpha dan generasi z dari berbagai sekolah di kabupaten Jombang antusias mengikuti Gambus Misri Camp 2026 di dusun Kedungsari desa Kendalsari kecamatan Sumobito kabupaten Jombang. Kegiatan yang diadakan pada tanggal 1-2 Juli 2026 ini berlokasi di
Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Air Kita ini, didukung penuh oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Kementerian Kebudayaan.
Tenda-tenda berdiri di samping kolam ikan yang berada di kebun belakang basecampGambus MisriBintang sembilan, puluhan muda-mudi yang semuanya generasi alpha dengan ceria berkumpul untuk menimba ilmu kebudayaan.
Para peserta kegiatan ini berasal dari berbagai sekolah di wilayah Jombang. Ada yang dari MTsN 1 Jombang, MA Darussalam Ngesong, SMA PGRI 2 Jombang, SMK Unggulan NU Jombang, SMK Tamansiswa Mojoagung, SMPN 2 Sumobito, SMKN 1 Jombang, SMAN Mojoagung, SMK BIM Jombang, SMPN 2 Sumobito, SMKN Wonosalam, SMKN Mojoagung, SMAN 3 Jombang, MA Unggulan Darul 'Ulum, SMP Sunan Ampel, SMK Global, MA Al-Hikam Jombang, SMKN 1 Trowulan Mojokerto dan SMAN Kabuh.
Menurut Purwanto, pendiri Yayasan Air Kita bahwa Gambus Misri Camp 2026 ini untuk memperkenalkan warisan budaya kesenian Gambus Misri kepada generasi muda, khususnya generasi alpha di tengah gempuran budaya modern.
"Berawal dari keinginan kami agar gambus misri bisa diwariskan kepada generasi muda, maka kami berinisiatif untuk membuat Gambus Misri Camp 2026 ini," ungkap Purwanto.
Cak Pur, panggilan akrab aktivis pemerhati dan peneliti kebudayaan di Jombang ini memang sudah hampir 10 tahun berusaha untuk kembali menggali kebudayaan khas Jombang yang sudah lama hilang.
Para peserta yang relatif masih sangat muda ini antusias sekali mengikuti kegiatan camp ini. Mereka termotivasi untuk mendalami kesenian asli Jombang yang sudah lama hampir hilang.
"Berawal dari saya membaca salah satu tulisan artikel tentang Gambus Misri, saya tertarik untuk mendalami Gambus Misri dan akan membuat sebuah website tentang gambus misri. Makanya ketika ada pendaftaran kegiatan Gambus Misri Camp 2026 ini saya segera mendaftar," cetus Muhammad Robi dari SMAN Kabuh.
Sedangkan Aisyah Febriana Arifin, peserta perempuan dari MTsN 1 Jombang mengaku tertarik untuk mendaftar kegiatan camp ini karena merasa benar-benar tertarik dengan kesenian Gambus Misri.
"Semoga dari kegiatan ini nanti saya bisa mendapatkan informasi dan ilmu tentang Gambus Misri lebih banyak. Saya juga berharap semoga generasi alpha seperti saya ini tetap mau melestarikan gambus misri," terang Aisyah.
Para peserta juga berkeinginan untuk membentuk ekstra kurikuler Gambus Misri ini di sekolahnya masing-masing, karena merasa bahwa warisan budaya asli Jombang ini perlu untuk dilestarikan.
Nasrul Ilahi, salah satu budayawan Jombang, mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi kegiatan ini karena untuk edukasi dan nguri-uri kebudayaan lokal. Dalam pemaparannya selaku pemateri, Cak Nas, panggilan akrab adik Cak Nun ini, menceritakan tentang perjalanan menggali dan menghidupkan kembali Gambus Misri oleh Purwanto dari Yayasan Air Kita.
"Proses pendaftaran peserta yang seharusnya 5 hari, tapi ternyata jalan 2 hari sudah ada sekitar 85 pendaftar. Padahal kuota untuk kegiatan ini hanya 41 peserta, makanya langsung kita tutup dan kita adakan seleksi," terang Tiham, ketua panitia.
"Dengan Gambus Misri Camp ini, angan-angan saya ke depan akan ada festival gambus misri remaja tiap tahunnya," pungkas Cak Pur.