4 Orang Sekeluarga Tewas Misterius di Glamping Posong, Badan Geologi: Tidak Ada Gas Beracun
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak menemukan indikasi keberadaan gas vulkanik berbahaya di kawasan wisata Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, lokasi ditemukannya empat orang sekeluarga tewas dalam tenda camping.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan serta pengukuran konsentrasi gas di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan kondisi lingkungan dan menelusuri kemungkinan adanya paparan gas berbahaya.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat detektor gas milik Badan Geologi guna mendeteksi kemungkinan pengaruh gas vulkanik yang berasal dari Gunung Sindoro maupun gas alam yang berpotensi muncul di kawasan tersebut.
Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi karbon dioksida (CO2) sebesar 0,03 persen. Sementara itu, kadar hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) tercatat 0 ppm atau tidak terdeteksi.
"Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran," kata Lana dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Selain itu, tim juga tidak menemukan tanda-tanda lingkungan yang mengarah pada paparan gas berbahaya. Vegetasi di sekitar lokasi terpantau tumbuh normal tanpa menunjukkan kerusakan yang lazim terjadi akibat kontaminasi gas beracun.
Lana menegaskan aktivitas Gunung Sindoro saat ini masih berada pada status Normal atau Level I. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang terkait penyebab pasti kematian para korban.
"Vegetasi di sekitar lokasi teramati dalam kondisi normal serta tidak menunjukkan indikasi kerusakan akibat paparan gas berbahaya," jelasnya.
Sebelumnya, Polres Temanggung menangani kasus meninggalnya empat wisatawan yang merupakan satu keluarga saat berkemah di kawasan wisata alam Posong pada Rabu (27/5).
Pada tahap awal penyelidikan, muncul dugaan para korban meninggal akibat menghirup gas berbahaya. Namun, dugaan tersebut masih terus didalami melalui olah tempat kejadian perkara (TKP), autopsi, serta pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab kematian secara pasti.
Hingga kini, aparat kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik sebagai dasar penentuan penyebab kematian empat korban tersebut.


















