Sahdan Arya Maulana (tengah) kini sedang menjadi sorotan karena menjadi Ketua RT di usia yang masih 19 tahun. Foto: Dok UMJ
JAKARTA, (ERAKINI) - Di banyak tempat, jarang yang mau menjadi Ketua RT (Rukun Tetangga). Selain gajinya minim, tidak mudah mengurus warga dengan beragam sifat dan karakter. Namun, hal ini tidak berlaku bagi anak muda bernama Sahdan Arya Maulana.
Bahkan, Sahdan menjadi Ketua RT di usia yang masih 19 tahun. Sahdan terpilih dalam proses pemilihan secara demokratis sebagai 07/RW 08, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Sahdan menang telak dengan meraih 126 suara, mengalahkan kandidat lainnya yang hanya memperoleh 17 suara.
Sahdan pun resmi menjabat Ketua RT sejak 25 April 2025 hingga 2030. Sahdan kini menjadi pemimpin bagi 150 Kepala Keluarga (KK) di lingkungannya. Nama Sahdan pun kini menjadi sorotan publik. Ia tercatat sebagai Ketua RT termuda di Jakarta saat ini.
Namun, usut punya usut, Sahdan ternyata seorang mahasiswa. Sahdan tercatat sebagai mahasiswa Semester 4, Jurusan Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dikutip dari laman resmi UMJ, Jumat (18/7), saat pertama kali menjabat Ketua RT, Sahdan mengaku mendapat ragam respons dari masyarakat. Bahkan, banyak yang sinis atau meragukan kemampuannya dalam memimpin warga.
“Ada yang bilang Gen Z itu malas gerak, nggak bisa kerja, atau nggak bakal ada pembangunan,” katanya.
Namun, ia memilih tidak menanggapi anggapan itu dan menjawabnya dengan aksi nyata. “Alhamdulillah, saya buktikan dalam dua bulan ini, sudah ada kegiatan pengecoran jalan,” tandasnya.
Dalam dua bulan kepemimpinannya, Sahdan memang sudah berhasil merealisasikan pengecoran jalan. Bahkan, pengecoran jalan yang sempat viral ini tidak menggunakan dana pemerintah melainkan urunan warga setempat.
Selain pengecoran jalan, Sahdan juga menyiapkan beberapa program lain, seperti berbagi sembako menjelang Ramadhan, pemasangan CCTV di sejumlah titik yang rawan pencurian, hingga pembelian hewan kurban pada momen Hari Raya Iduladha beberapa waktu lalu.
Ia juga menggagas bantuan sosial sebesar Rp200.000 untuk warga yang sakit, dan Rp500.000 untuk warga yang meninggal, lengkap dengan penyediaan kain kafan, papan nisan, hingga ongkos gali kubur.
“Setiap warga hanya membayar iuran sebesar Rp10.000 per bulan yang dialokasikan untuk dana bantuan bagi warga yang sakit atau meninggal, serta untuk kebutuhan keamanan lingkungan,” jelasnya.
Karena tugasnya kini sebagai Ketua RT, Sahdan pun memilih tidak aktif dulu di organisasi kampus agar dapat fokus berbuat untuk masyarakat. “Saya aktif di lingkungan. Takutnya kalau ikut Himpunan atau Unit Kegiatan Mahasiswa malah nggak maksimal di dua-duanya,” ucapnya.
Menariknya, dalam menjalankan tugas sebagai Ketua RT, Sahdan juga dibantu oleh Gen Z, baik Sekretaris maupun Bendahara, juga masih seusianya, yaitu Femas (20 tahun) dan Rizky (21 tahun).
Meski baru dua tahun kuliah, Sahdan ternyata sudah banyak belajar organisasi. Selama ini ia banyak belajar dari mahasiswaUMJ yang aktif mengemban jabatan di berbagai organisasi kampus.
Dari para seniornya itulah Sahdan belajar cara bermusyawarah, berorganisasi, dan menjalankan program kerja. Sahdan kemudian menerapkan nilai-nilai tersebut di lingkungan masyarakat.
“Saya memang nggak ikut (organisasi), tapi saya banyak belajar dari mereka (senior di kampus). Mereka itu inspirasi saya,” sebut Sahdan.
Lantas apa motivasinya menjadi Ketua RT? Sahdan ternyata memiliki cita-cita besar. Menjadi Ketua RT hanya batu loncatan baginya. Sahdan yang mengidolakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM ini, kelak ingin terjun ke politik dan bergabung dengan partai.
Setelah lulus S1, ia akan melanjutkan jenjang pendidikan S2 bidang ilmu politik. “Cita-cita saya menjadi Gubernur Jakarta. Jadi, ini langkah awal buat membuktikan bahwa saya mampu,” ucapnya.
Ia pun berharap langkahnya ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama mahasiswa yang punya kemampuan menjadi pemimpin di lingkungannya. “Semoga kampus bisa mencetak lebih banyak mahasiswa yang peduli lingkungan. Dan semoga pemerintah juga mulai melihat kerja-kerja nyata kami di bawah, yang selama ini belum tersentuh dana bantuan,” pungkasnya.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mengapresiasi terpilihnya Sahdan Arya Maulana sebagai Ketua RT. Ia menilai kepercayaan warga kepada Sahdan membuktikan bahwa anak muda mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan kota.
Keterlibatan anak muda seperti Sahdan dalam struktur pemerintahan di tingkat lingkungan, menunjukkan adanya kesadaran politik yang positif. Kevin juga berharap sosok Sahdan disa menginspirasi pemuda lain untuk turut terjun membangun lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial.
“Inilah saatnya anak muda mengambil peran. Daripada waktunya dihabiskan hanya untuk main game atau nongkrong, lebih baik potensi dan jaringan yang mereka punya digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat,” katanya.
Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, juga menyambut baik kehadiran tokoh muda seperti Sahdan yang aktif dan peduli terhadap lingkungan.
“Perilaku dan tindakan baik seperti yang dilakukan Sahdan patut diapresiasi, terutama oleh pemerintah. Ini adalah teladan nyata dari generasi muda yang perlu ditiru oleh masyarakat luas,” ucap Alia.
Kata dia, fenomena ini bisa menjadi pintu masuk bagi edukasi politik warga, terutama di tingkat paling dasar seperti RT dan RW. Selain hak politik, warga juga perlu memahami bahwa mereka memiliki hak atas fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di lingkungannya.