4 Tewas dan 6 Lainnya Luka-Luka dalam Bencana Banjir dan Longsor yang Terjang Kabupaten Mamuju
Choirul Anam






Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari sebagaimana siaran pers dikutip dari laman resmi BNPB, Rabu (29/1/2025) mengatakan, jumlah korban akibat bencana tersebut disampaikan menurut catatan BPBD Kabupaten Mamuju.
“Korban luka telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” katanya.
Menurutnya, banjir dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat pada Minggu (26/1/2025) pukul 17.00 waktu setempat yang dipicu oleh hujan lebat selama 4 jam.
Ia mengatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju bersama tim gabungan yang terdiri dari organisasi perangkat daerah terkait mengerahkan alat berat guna membuka akses jalan Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Senin, (27/1/2025).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamuju Muh. Taslim Sukirno menyatakan tim gabungan akan melakukan pembersihan material longsor hingga dua hari ke depan atau Rabu (29/1/2025).
Taslim turut menjelaskan bahwa pihaknya mendirikan Posko di Kantor BPBD Kabupaten Mamuju serta Pos Lapangan pada wilayah terdekat rumah warga di Kecamatan Mamuju. Adapun dalam Pos Lapangan ini telah tersedia tenaga dan fasilitas kesehatan, ambulance serta bantuan logistik yang dapat diakses oleh warga terdampak.
Selain itu, pihak BPBD juga mengerahkan 2 perahu lipat dan satu perahu karet untuk evakuasi warga terdampak banjir ke kerabat terdekat serta mendistribusikan bantuan logistik dan air bersih kepada para pengungsi bersama Dinas Sosial Kabupaten Mamuju.
Per Senin (27/1), BPBD Kabupaten Mamuju mencatat sebanyak empat kecamatan terdampak banjir, antara lain Kecamatan Mamuju (Kelurahan Binanga dan Desa Bambu); Kecamatan Kalukku (Kelurahan Bebanga, Desa Pammulukang dan Desa Ahuni); Kecamatan Simboro (Kelurahan Simboro); dan Kecamatan Tapalang (Desa Orobatu).
“Berdasarkan hasil asesmen BPBD, sebanyak 1.377 unit rumah, 2 unit fasilitas ibadah dan 7 unit sekolah terdampak banjir. Adapun tercatat 7 unit rumah rusak dan sebanyak 1.972 jiwa terdampak kejadian ini. Selain itu, BPBD melaporkan satu unit rumah terdampak tanah longsor di Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju,” katanya.
Sebelumnya banjir juga merendam akses jalan Trans Sulawesi pada Minggu (26/1/2025) pukul 17.00 waktu setempat. Taslim menyatakan dalam selang waktu tiga jam setelah kejadian, banjir di area Trans Sulawesi telah surut. Hingga Senin (27/1/2025) pukul 02.40 dini hari, banjir yang merendam pemukiman warga berangsur surut dengan tinggi muka air 30 sentimeter.
Atas adanya bencana tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. “Jika hujan lebat mengguyur lebih dari satu jam, bagi warga yang tinggal di lokasi tanah miring atau dekat lereng tebing maupun bukit untuk dapat melakukan evakuasi sementara guna menghindari potensi tanah longsor,” imbau BNPB.
