Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. Masykur M. Hum, saat menjadi pembina upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Rektorat UIN Banten, Senin (17/11/2025). (Foto: Humas UIN Banten)
SERANG, (ERAKINI) - Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. Masykur M. Hum, mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan bagi seluruh sivitas akademika. Pesan tersebut disampaikan saat ia menjadi pembina upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Rektorat , Senin (17/11/2025).
Dalam amanatnya, Dr. Masykur menegaskan bahwa peringatan Hari Kesadaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud cinta tanah air dan cinta kampus.
“Kesadaran Nasional tentu tidak hanya menjadi rutinitas yang tidak membekas. Ini harus menumbuhkan nilai kepedulian, termasuk kepedulian terhadap lingkungan kampus,” ujar Dr. Masykur.
Tiga Hikmah dari Perspektif Tasawuf dan Ekoteologi
Mengutip pemikiran Jalaluddin Rumi, Dr. Masykur memaparkan tiga hikmah penting yang relevan dengan tema kesadaran nasional dan kepedulian lingkungan.
Pertama, manusia harus menjadi penjaga lingkungan yang setia dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta, sehingga menjaga lingkungan merupakan bentuk pengabdian spiritual dalam perspektif ekoteologi.
Kedua, ia mengingatkan bahwa sivitas akademika harus berperan sebagai penjaga taman, bukan sekadar penikmat bunga.
Dengan luas sekitar 50 hektar, UIN Banten didorong untuk mengoptimalkan potensi lingkungan kampus melalui pengembangan ilmu pengetahuan berbasis ekoteologi.
“UIN Banten harus menjadi pusat kajian dan pengembangan ilmu yang berwawasan ekoteologi agar dapat berkontribusi nyata pada pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Ketiga, lingkungan harus dipahami bukan sekadar sumber daya alam, tetapi bagian dari ciptaan Allah SWT yang wajib dijaga.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen kampus dapat berinisiatif membangun taman-taman tematik seperti apotek hidup, taman buah, hingga taman pinus.
Menuju Green Campus
Dr. Masykur mendorong terwujudnya konsep Green Campus melalui pembangunan seratus taman yang dapat menjadi ruang hidup bagi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, langkah ini bukan hanya memperindah lingkungan kampus, tetapi sekaligus menjadi simbol komitmen UIN Banten terhadap keberlanjutan.
Mengutip pesan Rumi, “kita harus menjadi api yang membakar, bukan hanya abu yang terbang,” ia mengajak seluruh peserta upacara menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai pemantik semangat untuk mencintai lingkungan kampus.
Dengan meningkatnya kepedulian lingkungan, Dr. Masykur meyakini UIN Banten dapat menjadi kampus yang asri, aman, nyaman, sekaligus menjadi role model bagi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.