Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang, Senin (17/8/2026). Foto : Ist
SEMARANG, (ERAKINI) - Gubernur Jawa Tengah menyerukan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat saat menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang, Senin (17/8/2026).
Semangat persatuan ini dinilai sejalan dengan harapan warga yang menginginkan kehidupan tenteram, rukun, dan perekonomian yang tertata rapi. "Kita harus mampu berbuat hal yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat," kata Ahmad Luthfi sebagai inspektur upacara didampingi Wakil Gubernur Jawa TengahTaj Yasin.
Ahmad Luthfi menegaskan, makna kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk layanan dasar yang berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, di tengah tantangan geopolitik global dan tekanan fiskal, pemerintah terus memastikan pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Program-program pembangunan infrastruktur, pemenuhan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan merupakan upaya mereduksi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Pada semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,80 persen atau di atas rata-rata nasional yaitu 5,45%. Realisasi investasi mencapai Rp59,94 Triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai sekitar 213 ribu orang.
Dari capaian itu, angka kemiskinan di Jawa Tengah per Maret 2026 turun dari 9,48 persen menjadi 9,21persen. Kemudian Tingkat Pengangguran Terbuka per Februari 2026 sebesar 4,24 persen, turun 0,09 persen dibandingkan dengan Februari 2025 yaitu 4,33 persen.
Capaian-capaian itu, menurut dia, muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Pihaknya mengajak kolaborasi dengan banyak pihaknya untuk mewujudkan kesejahteraan itu.
“Kita harus punya suatu semangat kolaborasi dengan dasar semangat kemerdekaan, seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah perlu bersatu bahu-membahu, sehingga masyarakat bisa sejahtera," katanya.
Menurut dia, berbagai permasalahan yang ada di masyarakat harus diselesaikan secara berjenjang dan berkelanjutan. Misalnya pada sektor kesehatan, di Jawa Tengah ini Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan dokter spesialis keliling (Speling) capaiannya tertinggi nasional. Program itu terus dilakuan secara berkelanjutan dan susah menyentuh ribuan desa.
Selain itu, sektor pendidikan di Jawa Tengah juga terus diakselerasi melalui berbagai program. Di antaranya setiap tahun Pemprov Jateng telah memberikan kuota sekolah gratis untuk 5.004 anak dari keluarga miskin dan kurang mampu di sekolah swasta dengan program skeolah kemitraan.
Untuk sektor perumahan, setiap tahun Pemprov Jateng juga melakukan perbaikan ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di berbagai pelosok Jateng.