Jalur Puncak, Bogor, sudah bebas dari lapak PKL. Wisatawan kini bisa melihat lebih indah berbagai pemandangan. Foto: Ist
BOGOR, (ERAKINI) - Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah bebas dari lapak pedagang kaki lima (PKL). Wisatawan kini bisa melihat lebih indah berbagai pemandangan di objek wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya itu.
Setelah dilakukan tiga tahap penertiban, mulai dari Simpang Taman Safari hingga Puncak Pass, kini lahan-lahan yang sempat dijadikan lapak oleh pedagang, telah dipagari oleh pemilik tanah. Hal ini untuk mencegah PKL balik lagi.
Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri mengatakan, hasil penataan dan penertiban PKL di Warpat dan sepanjang Jalur Puncak cukup berhasil dengan baik. Para PKL kini telah pindah ke rest area.
“Kini kondisi area sekitarnya enak dilihat, apalagi pemandangan di daerah Puncak ini. Penataan kemarin ini cukup berhasil memindahkan para pedagang ke rest area," ujar Bachril dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (9/12/2024).
Untuk memastikan keberadaan PKL pascapenertiban, Bachril telah mengecek sejumlah lokasi yakni Warpat, Riung Gunung, dan Rest Area, pada Minggu (8/12/2024). Pengecekan dilakukan bersama jajaran Pemkab Bogor yakni Kasatpol PP, Dispora, Dishub, Disbudpar, dan Sayaga Wisata. Pengecekan itu sekaligus untuk persiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di kawasan Puncak.
“Kita akan tata dan siapkan Posko Nataru. Kita juga amati kondisi jalan, terutama area-area alternatif sehingga kita bisa lakukan perbaikan infrastruktur, agar saat Nataru jalur jalan alternatif kondisi baik, karena bagian dari untuk mengurangi kemacetan wilayah Puncak,” imbuhnya.
Bachril menyebutkan, hingga saat masih ada beberapa pedagang yang berjualan mobile dengan menggunakan motor. Untuk itu, ia memerintahkan Satpol PP untuk melakukan penjagaan dan pengawasan. Ke depan juga akan ada perbaikan dan pengembangan rest area. Hal ini masukan dan saran dari para pedagang.
“Kita punya rencana pengembangan area parkir seluas 4,3 ha untuk parkir wisatawan yang bawa mobil dan bus agar dapat menambah pengunjung yang akan kulineran, makan dan istirahat di rest area, agar pendapatan para pedagang bisa meningkat. Selain itu kita juga akan bangun sarana aktivitas aksi menarik bagi wisatawan, mohon kesabaran semua untuk penataan rest lebih baik,” bebernya.