Tadarus Ramadan Gali Nasab dan Pemikiran Syekh Nawawi Al-Bantani
Abdul Rahman Ahdori
SERANG, (ERAKINI) - Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, Banten menggelar Tadarus Ramadan dengan mengangkat tema ‘Mengenal Lebih Dekat Syekh Nawawi Al-Bantani’. Kegiatan dilaksanakan di kantor PCNU Kota Serang, Tengkele, Kota Serang, Kamis (13/3/2025).
Pengurus Lakpesdam PBNU KH Ahmad Dede Permana yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan, Syekh Nawawi Al-Bantani atau bernama lengkap Syekh Muhammad Nawawi al Bantani merupakan ulama yang produktif. Hal itu dibuktikan jumlah karyanya yang mencapai 40 kitab.
“Bahkan sumber lain menyebut lebih 100. Adapun kitab yng ditulis Syekh Nawawi Banten meliputi berbagai disiplin ilmu keislaman yakni tafsir, tauhid, hadits,” ucap Kiai Dede yang juga akademisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini.
Kiai Dede menjelaskan, hingga saat ini karya Syekh Nawawi Banten dipelajari para santri di berbagai pondok pesantren di Indonesia. Bahkan menjadi bahan kajian para akademisi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kajian para akademisi itu melahirkan kesimpulan beragam terhadap sosok Syekh Nawawi. Ada yang menyebutnya sebagai tradisionalis/ konservatif, ada juga yang menilainya sebagai sosok yang moderat dan terbuka. Ada yang mengkategorikannya sebagai mujtahid, namun ada juga yang menilainya sebagai muqallid yang cerdas,” tuturnya.
Narasumber lain, Wakil Katib Syuriah PCNU Kota Serang, Salim Rosyadi mengatakan, Syekh Nawawi Banten hidup saat melemahnya Kesultanan Banten pada Sultan Haji (Abdu Nashr Abdul Qahar). Saat itu, Sultan Haji bersekutu dengan Belanda dan menyerang ayahnya Tirtayasa.
“Posisi kesultanan Banten saat itu semakin melemah dari tahun 1650 hingga 1808,” katanya.
















