Gunung Lewotobi Meletus: Desa Gelap Gulita, Penerbangan AirAsia Dibatalkan
Abdul Rahman Ahdori
LABUAN BAJO, (ERAKINI) - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi dahsyat pada Senin (7/7/2025) siang. Letusan tersebut menyemburkan kolom abu setinggi 18.000 meter dari puncak gunung, membuat sejumlah desa di lereng gunung gelap gulita selama 15 menit.
Seorang warga Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Heri Makin, menuturkan bahwa erupsi disertai hujan kerikil halus dan abu vulkanik yang mengguyur permukiman warga.
"15 menit awal kerikil halus dan debu vulkanik turun," ujar Heri.
Letusan ini juga berdampak terhadap sektor transportasi udara. Maskapai AirAsia membatalkan jadwal penerbangan rute Denpasar–Labuan Bajo yang seharusnya tiba pada pukul 17.00 Wita dan kembali terbang ke Denpasar pukul 17.30 Wita.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo Labuan Bajo, Ceppy Triono, mengatakan hingga pukul 15.00 Wita, baru satu maskapai yang membatalkan penerbangan akibat erupsi tersebut.
"Hingga pukul 15.00 Wita ini baru satu maskapai yang menyatakan cancel flight, yaitu AirAsia rute Denpasar–Labuan Bajo," kata Ceppy seperti dilansir dari Antara.
Meski demikian, Bandara Komodo yang berstatus internasional masih beroperasi normal. Menurut Ceppy, hingga saat ini belum ada indikasi penyebaran abu vulkanik di sekitar area bandara.
"Bandara sampai dengan saat ini belum ditutup karena masih melihat tanda-tanda di darat seperti hasil paper test yang sampai dengan saat ini masih dalam posisi negatif," jelasnya.
Pihak bandara juga telah berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk bersiaga menghadapi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik di wilayah Manggarai Barat.


















