Cegah Bulliying di Sekolah, Ini Hal yang Harus Diperhatikan Guru
Abdul Rahman Ahdori
SURABAYA, (ERAKINI)-Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Jawa Timur menciptakan game atau permainan kebersamaan sebagai upaya mencegah kasus bullying atau perundungan di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, pihaknya menyiapkan skema dan sejumlah strategi dalam memperkuat pendidikan karakter anak.
"Hal ini dilakukan agar para pelajar tidak mudah mencontoh atau mengikuti perilaku negatif yang dapat mengganggu jalannya keamanan dan ketertiban di sekolah," katanya, Minggu (1/10/2023).
Yusuf menuturkan, hal pertama yang dilakukan adalah para guru di sekolah harus cepat dan tanggap dalam merespons lingkungan. Yakni, memperhatikan perilaku siswa jika kedapatan tengah berkerumun pada saat jam istirahat. Para guru juga diminta memberikan respons cepat terhadap perubahan kondisi fisik anak.
"Kalau ada yang berkerumun maka mengerti penyebabnya, karena tidak ada kegiatan tanpa direncanakan. Ini adalah contoh dalam merespon lingkungan di sekolah,” katanya.
Skema berikutnya, lanjut dia, adalah menerapkan manajemen kelas. Sekolah diminta memberikan batas waktu maksimal bagi guru yang untuk berpindah kelas pada jam pelajaran selanjutnya. Transisi perpindahan kelas yang cepat dapat mencegah terjadinya bullying
"Jadi anak tidak ada kesempatan untuk mengganggu atau memprovokasi temannya. Ada guru piket dan wali kelas yang bisa membantu jika guru tersebut berhalangan hadir mengajar. Ini melibatkan semua guru di lingkungan sekolah, manajemen kelas dikelola agar tidak ada kelas kosong," ujarnya.
Bukan hanya itu saja, kata, pihaknya juga menguatkan aspek religi, serta menanamkan jiwa nasionalisme kepahlawanan pada anak. Seperti, menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional di lingkungan pendidikan.


















