Kronologi Crane Roboh Timpa KA Batu Bara di Muara Enim Sumsel, 2 Orang Tewas
Thomas Pulungan
MUARA ENIM, (ERAKINI) - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan (BBPJN Sumsel) membeberkan penyebab crane proyek jalan layang Bantaian roboh yang menimpa KA Batu Bara di Desa Panang Jaya, Kabupaten Muara Enim, Kamis (7/3/2024). Kejadian yang menewaskan dua pekerja itu dipicu kesalahpahaman antaroperator.
Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Flyover Bantaian Satker BBPJN Sumsel Surya Perdana mengatakan, kejadian itu bermula saat mereka hendak melakukan pemasangan balok girder dengan menggunakan crane penyanggah, seperti jalur kereta.
Namun saat balok girder diluncurkan diduga operator abutment jembatan 1 dan 2 mengalami miskomunikasi, sehingga balok tersebut terangkat cukup tinggi. Crane pun tiba-tiba terguling hingga menyebabkan balok girder jatuh.
"Balok girder ini terangkat lebih tinggi dan dan mempengaruhi pada erector launcher tidak seimbang dan terguling ke kanan menimpa kereta yang sedang melintas,” ujarnya, mengutip Antara, Jumat (8/3/2024).
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim Ahmad Rizali mengatakan, total korban dalam kejadian itu sebanyak sembilan orang, dua diantaranya meningggal dunia. Kedua korban yang meninggal merupakan pekerja dari proyek tersebut yang sedang berada di lokasi.
"Ada dua orang yang meninggal atas nama Edi Saputra warga Desa Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel, dan Weston warga Makassar, Sulawesi Selatan, yang meninggal pukul 13.25 WIB. Jenazah Weston rencananya akan dibawa ke Makassar," jelasnya.
Untuk korban luka-luka saat ini tengah dirawat di RS AR Bunda Prabumulih. Mereka adalah Mufaridin (37) yang diketahui tinggal di Mess Bantaian, Tegar (23) dan Edi (21) warga Lampung, serta Budi (51) dan M Hidayat (51) asal Palembang.

















