Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu saat meninjau pembangunan kantong parkir truk tambang di Tenjo, Bogor, Senin (8/1/2024). Foto: Humas Pemkab Bogor
BOGOR, (ERAKINI) - Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu memastikan pembangunan jalan tol angkutan khusus tambang sepanjang 11,5 kilometer yang menghubungkan Rumpin-Parungpanjang, segera terwujud. Keberadaan tol ini diharapkan dapat mengatasi konflik sopir truk tambang dengan warga yang kerap terjadi.
Pembangunan jalan angkutan khusus tambang ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengatasi sejumlah permasalahan akibat banyaknya yang melintas di jalan arteri wilayah Barat dan Utara Kabupaten Bogor.
Tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban jiwa karena tertabrak truk tambang. Belum lagi, lalu-lalang kendaraan pengangkut hasil pertambangan itu menyebabkan kemacetan dan menimbulkan polusi udara akibat debu jalanan.
"Sudah kami komunikasikan juga koordinasikan baik dengan banyak pihak, termasuk pihak ketiga yang bersedia menjadi investor. Karena butuh proses untuk membangun jalan tol tambang ini," ujar Asmawa Tosepu saat meninjau pembangunan kantong parkir truk tambang di Tenjo, Bogor, Senin (8/1/2024).
Pembangunan jalan ini sempat terkendala perizinan, sehingga membuat rencana peletakan batu pertama yang diagendakan berlangsung pada 27 Desember 2022 oleh Gubernur Jawa Barat, terpaksa ditunda hingga sekarang.
Pembangunan jalan tol yang akan terhubung dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) III itu skema pengerjaannya dikerjasamakan oleh Pemprov Jawa Barat dengan pihak swasta.
Sehingga, kata dia, peran Pemkab Bogor hanya bersifat membantu dalam sinkronisasi perencanaan antara jalan berstatus kabupaten dan jalan berstatus provinsi serta memfasilitasi kelengkapan data pengurusan izin pembangunan.
Jalan tol angkutan khusus tambang ini didesain dengan memiliki banyak pintu masuk yang lokasinya dekat tempat pertambangan. Titi awalnya yaitu dari Kecamatan Cigudeg.
Sedikitnya ada lima pintu masuk tol di dekat lokasi-lokasi tambang, sehingga mengurangi potensi truk-truk pengangkut tambang itu melintas di jalan umum.
Setiap pintu masuk tol akan digunakan untuk transporter beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor.
Pemkab Bogor saat ini sedang melakukan penanganan jangka pendek berupa pembangunan kantung parkir truk tambang sebagai tempat sopir truk menunggu saat di luar jam operasional yang sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Bogor.
Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Dadang Kosasih menjelaskan, kantong parkir untuk truk tambang dengan daya tampung 1.000 kendaraan itu dibangun di perbatasan wilayah Parungpanjang, tepatnya di Desa Ciomas, Tenjo, Bogor.
Pembangunan kantong parkir yang dikerjasamakan dengan Perhutani ini dibagi menjadi dua tahap. Pada tahap pertama ini pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 4 hektare.
Secara keseluruhan, total luas lahan yang akan digunakan untuk kantung parkir sekitar 10 hektare yang tersebar di dua lokasi. "Sekarang progresnya sudah lebih dari 60 persen, targetnya Januari ini selesai," kata Dadang.
Selanjutnya untuk tahap kedua, Pemkab Bogor akan membangun kantung parkir di Ruas Jalan Sudamanik, Kecamatan Parungpanjang. Kantung parkir ini nantinya bisa menampung lebih dari 2.000 kendaraan.