Gempa M5,1 Guncang Laut Banda, Begini Penjelasan BMKG
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Laut Banda pada Minggu (27/72025). Guncangan gempa dirasakan hingga ke sejumlah pulau di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, termasuk Pulau Binongko, Tomia, dan Togo Binongko.
Kepala Stasiun Geofisika dan Klimatologi BMKG Kendari, Rudin, menjelaskan bahwa gempa terjadi pada pukul 10.45 WITA. Episentrum gempa berada sekitar 99 kilometer dari perairan Wakatobi, dengan kedalaman cukup signifikan.
"Getaran gempa dirasakan cukup jelas di wilayah perairan Wakatobi, khususnya di beberapa pulau. Skala intensitasnya berada di kisaran III–IV MMI, artinya bisa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah," ujar Rudin dalam keterangannaya.
Ia mengungkapkan bahwa gempa ini terjadi akibat deformasi batuan yang dipicu oleh mekanisme slab pull di zona Lempeng Banda. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa jenis pergerakan yang terjadi adalah pergeseran turun (normal fault).
Sementara Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memastikan, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Titik lokasi gempa berada di Laut Banda dengan kedalaman 623 kilometer. BMKG juga mendeteksi tidak ada gempa susulan. "Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.
















