Hadapi El Nino, Pemprov Sulsel Tambah Area Tanam 80.619 Hektare
Akhmad Baihaqi Arsyad
MAKASSAR, (ERAKINI) - Untuk menghadapi dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan dan kemungkinan gagal panen, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan menambah area tanam padi seluas 80.619 hektare.
Adapun penambahan area tanam ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional (Gernas) Pemerintah Pusat yang membutuhkan penambahan area tanam seluas 500.000 hektare dalam setahun.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel Imran Jausi di Makassar, Senin (21/8/2023).
"Kita butuh penambahan area tanam karena hampir pasti semua yang teridentifikasi sawah-sawah terkena dampak El Nino itu tidak bisa berproduksi. Kita di Sulsel ditargetkan oleh Kementerian Pertanian hampir 81.000 ha," kata Imran Jausi.
Puluhan ribu area tanam tambahan ini disebar di 11 kabupaten/kota seperti Kabupaten Jeneponto, Maros, Wajo, Pinrang, Soppeng, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Gowa, Bone, Palopo, Luwu Timur dan Luwu Utara.
Pemerintah Pusat melalui Dinas TPH Bun Sulsel tengah mendistribusikan bibit, benih dan pupuk untuk 11 daerah tersebut mulai Agustus hingga September guna menjaga produksi pertanian tetap aman.
"Ada juga beberapa kabupaten/kota yang kita ajak, artinya semakin banyak yang bisa semakin baik. Sekarang kan puncaknya kita mulai menanam di Agustus dan September," urai Imran.
Imran Jausi juga menekankan bahwa dalam penanganan gagal panen akibat El Nino, tidak lagi berbicara dalam konteks kebutuhan padi per kabupaten, namun disiapkan untuk kebutuhan Provinsi Sulawesi Selatan.
"Petani yang siapkan lahannya, kemudian oleh pemerintah pusat itu menyiapkan bibit, benih dan pupuknya. Itu supaya produksi tetap terjaga, jadi pemerintah itu membantu benihnya," kata Imran.
Dinas TPH Bun Sulsel, sebelumnya telah melakukan pemetaan zona terhadap area tanam yang berisiko dari dampak . Tiga daerah yang masuk dalam zona merah yakni Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo.

















