Gunung Marapi Erupsi, Warga Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Marapi, khususnya di sekitar Kawah Verbeek. Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya erupsi pada Rabu malam, 18 Juni 2025.
“Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada pukul 20.09 WIB. Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki zona bahaya sejauh 3 km dari kawah,” ujar Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid, dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Erupsi tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 1 menit 52 detik. Kolom abu teramati setinggi kurang lebih 700 meter di atas puncak atau sekitar 3.591 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke timur.
Wafid juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar waspada terhadap potensi banjir lahar, terlebih saat musim hujan.
“Potensi bahaya lahar sangat mungkin terjadi jika hujan turun deras di area puncak. Oleh karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan,” jelasnya.
Dalam kondisi hujan abu, Wafid mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker guna mencegah gangguan pernapasan seperti ISPA. Meski status Gunung Marapi saat ini masih berada di Level II atau Waspada, masyarakat diminta tetap siaga dan tidak panik.

















