Petugas BPBD Kabupaten Grobogan saat mengevakuasi warga dari banjir menggunakan perahu karet dan truk serbaguna di Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2/2026). (Foto: BPBD Kabupaten Grobogan).
SEMARANG, (ERAKINI) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026) dini hari memicu banjir luas di berbagai kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mencatat sebanyak 9.736 kepala keluarga (KK) di 45 desa terdampak akibat genangan air yang diperparah kiriman dari sungai-sungai di wilayah hulu.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menjelaskan bahwa selain merendam rumah dan fasilitas umum, banjir juga mengakibatkan kerusakan bangunan. Di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, tercatat satu rumah mengalami rusak berat dan satu lainnya rusak sedang.
Menurutnya, tingginya curah hujan bukan satu-satunya penyebab. Meluapnya sejumlah sungai seperti Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, dan Sungai Lusi turut memperparah kondisi. Debit air yang meningkat tidak mampu tertampung di alur sungai sehingga melimpas ke kawasan permukiman.
Adapun sejumlah tanggul jebol yang tercatat oleh BPBD Grobogan di antaranya di Sungai Cabean Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, serta Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu.
Selain itu, di Kecamatan Godong, banjir juga dipicu jebolan tanggul Sungai Tuntang yang berdampak hingga Desa Tinanding. Di Kecamatan Purwodadi, wilayah terparah terjadi di Kelurahan Kalongan dengan 1.180 KK terdampak. Ketinggian air di Perumahan Permata Hijau Kalongan dilaporkan mencapai sekitar satu meter.
Kemudian, di Desa Cingkrong tercatat sebanyak 2.416 KK terdampak dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 centimeter (cm). Banjir juga merendam area persawahan di sejumlah kecamatan, antara lain di Tegowanu, Godong, dan Tawangharjo. Di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, sekitar 130 hektare sawah dengan tanaman padi siap panen dilaporkan terendam. "Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, relawan, dan unsur Forkopimda melakukan evakuasi warga di sejumlah titik, termasuk di Kecamatan Toroh, Purwodadi, dan Godong,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, distribusi bantuan logistik dan peralatan darurat juga telah disalurkan ke wilayah terdampak. Kerja bakti juga dilakukan yaitu dengan peninggian tanggul serta pembersihan lumpur pasca-jebolnya tanggul di ruas jalan Purwodadi-Semarang, Desa Tinanding, berbatasan dengan Kabupaten Demak.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama Forkopimda juga mendampingi Gubernur Jawa Tengah meninjau lokasi tanggul jebol dan menggelar rapat koordinasi tanggap darurat banjir. Menurutnya, sampai hari Selasa (17/2/2026) sore, sejumlah wilayah masih tergenang, di antaranya yaitu di Kecamatan Purwodadi, Toroh, Tegowanu, Godong, Gubug, dan Tawangharjo. “Namun sebagian besar wilayah lainnya dilaporkan berangsur surut," katanya.
Menurutnya, debit dan tinggi muka air berdasarkan pantauan elevasi di Bendung Sedadi dan Bendung Klambu, serta Pos Menduran pada pukul 15.00 WIB menunjukkan tren menurun. Namun, pihaknya mengimbau agar warga di sepanjang aliran sungai tetap waspada terhadap adanya potensi banjir susulan di wilayah tersebut.