Abdul Wahid, Gubernur Riau 2025 - 2029, Putra Asli Pesisir Indragiri Hilir
Abdul Rahman Ahdori
PEKANBARU, (ERAKINI) - Abdul Wahid resmi menjabat sebagai Gubernur Riau periode 2025–2029. Sosoknya dikenal luas sebagai putra daerah yang berasal dari wilayah pesisir Riau dan memiliki kisah hidup penuh perjuangan sejak kecil.
Dilansir dari bernagai sumber pada Kamis (12/6/2025), Wahid lahir di Desa Belaras—yang kini bernama Desa Cahaya Baru, Dusun Anak Peria, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Saat usianya baru 40 hari, keluarganya pindah ke Sungai Simbar (sekarang Desa Simbar), Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil, untuk membuka lahan perkebunan kelapa.
Di desa terpencil itu, Abdul Wahid tumbuh dan menapaki masa kecilnya dalam keterbatasan. Dia menempuh pendidikan dasar hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) di kampung halamannya. Setelah itu, ia sempat melanjutkan ke MAN 1 Tembilahan, namun hanya satu caturwulan.
Tak lama, ia memutuskan mengikuti sepupunya, Marbawi, untuk mondok di Pesantren Ashabul Yamin di Lasi Tuo, Kecamatan Ampek Angkek Canduang, Sumatera Barat, dan meneruskan kuliah di UIN Suska Riau.
Kehilangan Ayah di Usia 10 Tahun
Perjalanan hidup Abdul Wahid tidak mudah. Ketika duduk di bangku kelas 4 SD, ayahnya wafat. Kepergian sang ayah menjadi pukulan berat bagi keluarga, terlebih seluruh anak masih bersekolah. Namun, kebun kelapa peninggalan ayahnya menjadi tumpuan hidup keluarga.
Sejak kecil, Wahid terbiasa membantu di kebun. Ia juga mencari penghasilan tambahan dengan mengupas kelapa dan pekerjaan serabutan lain demi menyisihkan ongkos sekolah dan keberangkatan ke pesantren.
Meski berasal dari daerah dengan akses yang sulit—yang hanya bisa dijangkau melalui laut lepas yang langsung menghadap Laut Cina Selatan—semangat Wahid dalam menuntut ilmu tak pernah surut.


















