Pentingnya Inovasi Kegiatan Agustusan Menurut Wakil Ketua DPRD Jateng
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menegaskan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia harus dikembangkan lebih kreatif tanpa menghilangkan nilai sejarah.
"Masyarakat dapat mengembangkan kegiatan Agustusan dengan lebih kreatif tanpa menghilangkan nilai sejarahnya,” kata Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, Rabu (12/8/2026).

Kakung mencontohkan, lomba edukasi sejarah, festival budaya daerah, bakti sosial, hingga kegiatan penghijauan lingkungan. "Dengan berbagai inovasi tersebut, peringatan Hari Kemerdekaan akan semakin menarik sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Kakung.
Kakung pun berharap perayaan Agustusan tidak boleh menjadi sekadar hiburan kosong tanpa isi. Sebaliknya, momentum ini harus diisi dengan hiburan edukatif yang mencerminkan nilai nasionalisme dan heroisme.
Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini mendorong Agustusan untuk menjadi ruang strategis dalam menanamkan kembali jiwa nasionalisme kepada generasi muda.
“Di tengah perkembangan zaman, tradisi Agustusan tetap relevan karena mampu mempererat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme,” beber dia.
Menurut dia, Tradisi Agustusan merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya nasional yang mengandung nilai sejarah, persatuan dan gotong royong. “Setiap kegiatan yang dilaksanakan selama bulan Agustus mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan,” kata Kakung.
Kakung melanjutkan, melalui kebersamaan dalam berbagai kegiatan, masyarakat diajak untuk menghargai perjuangan para pahlawan serta memahami pentingnya menjaga persatuan Indonesia.
"Karena tantangan menjaga nasionalisme pada era digital ini semakin berat. Anak-anak yang tumbuh di tengah derasnya arus informasi perlu didekatkan kembali pada makna kemerdekaan lewat aktivitas nyata di lingkungan mereka," katanya.
Generasi muda, jelas Kakung, juga memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan tradisi Agustusan agar tidak hilang oleh perkembangan teknologi dan budaya asing. Mereka dapat berpartisipasi sebagai panitia, peserta lomba, maupun penggerak berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan.
"Keterlibatan aktif tersebut menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap Indonesia," jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini. Selain mengikuti kegiatan secara langsung, lanjut Kakung, generasi muda juga dapat memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan tradisi Agustusan kepada masyarakat luas.
"Dengan cara tersebut, nilai-nilai nasionalisme dapat disampaikan kepada lebih banyak orang sehingga tradisi ini tetap dikenal oleh generasi berikutnya," tandasnya.

















