Basarnas dan Polri mengerahkan teknologi tinggi dalam upaya menemukan Iptu Tomi Samuel Marbun, meski medan sangat berat di hutan dan sungai Papua Barat. Foto: Kantor SAR Manokwari
BINTUNI, (ERAKINI) - Pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun yang hilang sejak Desember 2023, kini memasuki tahap krusial. Basarnas dan Polri mengerahkan teknologi tinggi dalam upaya menemukan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, itu, meski medan sangat berat di hutan dan sungai Papua Barat.
Setelah hampir lima bulan pasca-kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), upaya untuk menemukan keberadaan Iptu Tomi terus dilakukan. Operasi pencarian melibatkan berbagai stakeholder, termasuk Basarnas yang kini berperan aktif di lapangan.
Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, menegaskan pentingnya kolaborasi serta perencanaan matang untuk mengatasi risiko tinggi di medan ekstrem tersebut.
“Berita yang lengkap dan akurat dari Polda membantu kami mempersiapkan peralatan seperti drone untuk pengamatan zona kuning dan personel dengan keahlian khusus seperti high angle rescue serta water rescue,” ujar Yefri dalam keterangannya, Senin (28/4/2025).
Dalam operasi ini, Basarnas membagi upaya pencarian ke tiga zona, yaitu Merah, Kuning, dan Hijau. Zona Merah, wilayah paling rawan aktivitas KKB, menjadi tanggung jawab SAR Polri dengan dukungan satu personel Basarnas berkompetensi khusus.
Sementara di Zona Kuning, Basarnas mengerahkan drone untuk pengamatan harian mengingat kendala cuaca ekstrem dan arus sungai deras. Di Zona Hijau, sembilan personel Basarnas dibagi dalam dua area utama, didukung perlengkapan khusus untuk memaksimalkan pencarian.
Yefri juga mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi tim, mulai dari perubahan arus sungai, cuaca ekstrem, hingga ancaman satwa liar seperti buaya dan kasuari. Meski begitu, koordinasi erat dengan Polri terus dilakukan untuk menjaga keamanan operasi.
“Kami berharap ada tanda-tanda keberadaan korban, baik pakaian, atribut, atau petunjuk lainnya yang bisa mempercepat penyelesaian pencarian ini,” harap Yefri. Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat lokal dalam memberikan informasi penting di lapangan.
Olah TKP
Sementara itu, tim dari Mabes Polri dan Polda Papua Barat telah memulai persiapan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan Iptu Tomi.
Kasubbid Dokidenkrim Pusident Bareskrim Polri sekaligus Kasubsatgas Identifikasi, Adek Candra, menjelaskan bahwa tim identifikasi sudah tiba di lokasi dan melakukan pengecekan awal menggunakan drone.
“Kami membawa perlengkapan seperti Faro Tripod, Faro Monopod, kamera digital, drone, dan alat ukur lainnya untuk menggambarkan kondisi lapangan secara visual dan detail dalam bentuk tiga dimensi,” ujar Adek.
Direktur Kriminal Umum Polda Papua Barat Kombes Pol Nuvia Jaya menambahkan, pihaknya tengah mempersiapkan rekonstruksi kejadian berdasarkan keterangan para saksi di lokasi. Namun, persiapan ini menghadapi kendala teknis, mengingat peralatan banyak bergantung pada tenaga surya, sedangkan kondisi cuaca di lokasi mendung. “Sekarang sudah pukul 13.17 WIT, dan cuaca mendung. Ini mempengaruhi optimalisasi kerja alat kami,” kata Kombes Nuvia.
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari Tim Sops Polri yang dipimpin Karobinops Sops Polri, Brigjen Pol Auliansyah Lubis. Hal ini untuk memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Olah TKP ini menjadi bagian dari tahap ketiga operasi pencarian dan pertolongan terhadap Iptu Tomi Marbun. Polri menegaskan bahwa upaya ini dilakukan secara maksimal untuk menemukan keberadaan perwira muda tersebut serta memberikan kepastian bagi keluarga dan institusi Polri.