Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto saat memberikan bantuan secara simbolis untuk warga pengungsi di Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/12/2024). (Foto: BNPB)
SUKABUMI, (ERAKINI) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan bencanahidrometrologi Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berjalan cepat dan tepat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (9/12/2024).
Ia mengatakan bahwa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto pada Minggu (8/12/2024) ke Sukabumi yang kedua kalinya untuk memastikan fase tanggap darurat bencana hidrometrologi di Sukabumi berjalan cepat dan tepat.
Kepala BNPB saat memimpin Rapat Koordinas (Rakor) yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Sukabumi menyampaikan sejumlah arahannya terkait bencana tersebut.
Ia mencatat penanganan akses jalan yang tertutup sudah berjalan dengan baik, tetapi harus di tingkatkan. “Saya mencatat, Alhamdulillah, kondisi jalan sudah bisa di lewati semua, meskipun perlu kehati-hatian. Ini nanti, tolong semua untuk fokus kesitu, jangan sampai masih ada rakyat yang terisolir,” Jelas Suharyanto dikutip dari laman resmi BNPB, Senin (9/12/2024).
Selain itu, Suharyanto menekankan agar pendistribusian pasokan BBM yang sudah berjalan dengan baik jangan sampai tersendat. “Kemudian juga pendistribusian pasokan BBM yang Alhamdulillah sudah ada, terimakasih Pak Bupati beserta Pertamina dan jajaran, tolong ini diikuti terus jangan sampai ketersediaan dan pasokan BBM ini tersendat”. Ujar Suharyanto.
Selanjutnya, Suharyanto menegaskan agar penanganan rumah warga yang rusak berat harus tertangani dengan tepat, karena tidak semua rumah harus di relokasi. “Untuk penanganan rumah rusak berat, kalau kita lihat petanya terpencar begitu, sebanyak 628 rumah rusak berat ini, tidak semuanya harus di relokasi karena mengalami dampak dari bencana yang berbeda-beda,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB juga turut menuju pos pengungsi di Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung. Ia langsung menemui warga serta memastikan kebutuhan logistik warga pengungsi sudah terpenuhi dan tidak kekurangan suatu apapun.
Sebelumnya telah diberitakan bahwa BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat total ada 166 titik bencana alam yang terjadi. Rinciannya, tanah longsor 66 titik, banjir 35 titik, angin kencang 15 titik, dan pergerakan tanah 17 titik.
Bencana ini menyebabkan 180 KK dengan 461 jiwa terdampak, 98 KK dengan 247 jiwa mengungsi, warga terancam 143 KK dengan 239 jiwa, 3 orang meninggal dunia, dan 4 orang tertimbun longsor.
“Yang meninggal sudah dinyatakan tiga orang. Satu orang di Kecamatan Simpenan, dan dua orang warga Kecamatan Tegal Buleud. Sedangkan empat orang masih dalam tahap pencarian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, dalam keterangannya, Kamis (5/12/2024).