ASTINA Learning and Entrepreneurship Conference 2025 yang digelar Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (DPP ASTINA) di Semarang pada 31 Oktober hingga 2 November 2025. Foto: Ist
Dua fokus tersebut menjadi fokus gelaran ASTINA Learning and Entrepreneurship Conference 2025 yang digelar Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (DPP ASTINA) di Semarang pada 31 Oktober hingga 2 November 2025.
Selama tiga hari, sebanyak 100 tutor, pamong belajar, dan penilik dari berbagai daerah mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi dan menjawab tantangan dinamika pendidikan masa kini.
"Kegiatan ini adalah tolak ukur nyata dari upaya kolektif para pegiat PNF dalam meningkatkan kualitas diri. Moto Tutor Bangkit Memperkokoh Indonesia yang diusung dengan bangga, menyiratkan adanya sebuah kebangkitan yang didorong oleh penguasaan keterampilan-keterampilan baru yang esensial," ujar Ketua Umum DPP ASTINA Lilik Subaryanto.
Tema pembelajaran berbasis AI menjadi menu utama hari pertama. Peserta mengikuti workshop bertajuk “Pemanfaatan AI dalam Peningkatan Proses Pembelajaran Kesetaraan Lebih Menggembirakan” yang dirancang untuk menjawab tantangan keragaman latar peserta didik PNF.
Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal Kemdikdasmen, Baharuddin, dalam sambutannya secara daring menegaskan pentingnya peran AI dalam memperkuat layanan pendidikan kesetaraan serta menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Pihaknya telah memberikan amanah khusus kepada ASTINA untuk menyukseskan program Digitalisasi Pembelajaran. AI diyakini mampu menjadi solusi untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih adaptif, personal, dan menarik.
Para peserta pun tidak hanya mendengarkan. Mereka diwajibkan membawa laptop dan langsung praktik menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang diintegrasikan dengan teknologi AI. Langkah ini membumikan konsep AI yang abstrak ke dalam tugas harian seorang tutor.
Kemandirian lewat Wirausaha
Pilar kedua konferensi berfokus pada kewirausahaan sebagai solusi atas kerentanan finansial lembaga PNF. Seminar nasional bertema “Berwirausaha Mandiri Wujudkan Tutor Bangkit, Memperkokoh Indonesia” menghadirkan M Dzaky F Surapranata dari Direktorat Guru PAUD dan PNF.
Ia mendorong para tutor untuk tidak ragu terjun ke dunia usaha, termasuk sektor UMKM. "Tutor harus berdaya secara ekonomi. Mengabdi itu mulia, tetapi kemandirian juga wajib dibangun,"* tegasnya.
Konferensi ini menempatkan pemanfaatan AI dan kewirausahaan sebagai satu kesatuan. Tutor diarahkan tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga memanfaatkannya untuk menciptakan nilai ekonomi, seperti membuat modul pembelajaran digital atau mempromosikan produk PKBM secara daring.
Ketua DPD ASTINA Gowa Ramdani yang membawa 13 peserta, menyebut kegiatan ini sebagai investasi strategis. Ramdani menyebut akan mengimbaskan model pembelajaran baru berbasis AI untuk membentuk jiwa wirausaha sejak dini.
Konferensi ditutup dengan pemberian apresiasi kepada 10 peserta terbaik sebagai simbol kesiapan 100 agen perubahan membawa transformasi PNF di daerah masing-masing.