Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat mengaktivasikan pilot project 1001 Kawasan Produksi WIDURI (Wisata, Investasi, Edukasi, dan Inspirasi), di Kabupaten Kendal. (IST)
KENDAL (ERAKINI) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengaktivasikan Pilot Project 1.001 KawasanProduksi Wisata, Investasi, Edukasi, dan Inspirasi (WIDURI), di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (17/9).
Muhaimin mengapresiasi adanya kolaborasi berbagai pihak, baik swasta dan pemerintah, serta integrasi berbagai program pemberdayaan yang sangat penting untuk mengurai masalah bangsa, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat deindustrialisasi.
Menko PM menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kawasan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.
“Program WIDURI bukan sekadar proyek, melainkan gerakan bersama untuk menjadikan desa sebagai pusat produktivitas, kewirausahaan, dan kemandirian. Dari Kendal, kita ingin menularkan semangat ini ke daerah lain di Indonesia,” ungkap Muhaimin Iskandar.
Aktivasi ini digawangi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris berkolaborasi dengan Penggerak KawasanProduksiWiduri Arif Rubai, Pondok Pesantren Al Muchsin, dan Yayasan Rumah Suluk.
Kegiatan ini juga disaksikan Sekda Provinsi Jateng Sumarno, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, 7 Kolaborator, dan 750 penggerak kawasan yang mewakili 27 Provinsi, dan 107 Kabupaten.
Aktivasi 1.001 kawasanproduksiwiduri di tandai dengan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai fasilitas kawasan.
Sejumlah unit usaha dan fasilitas kawasan, antara lain, dapur MBG dan Koperasi Pesantren, Green House, Pusat Pendidikan dan Pelatihan masyarakat, Studio Digital Marketing, UMKM dan Bazar Sembako Murah.
Desa Wonosari dipilih sebagai lokus karena tercatat memiliki 576 individu (206 Keluarga) miskin ekstrem. Dan sebanyak 1.155 atau 14,53% penduduk desil 1 di Kecamatan Pegandon.
Melalui program WIDURI, masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga aktor utama dalam produksi pangan, peternakan, UMKM, wisata edukasi, hingga digitalisasi usaha.
Selain itu mitra lain yang ikut berkontribusi koperasi, BUMDes, mitra yang terlibat antara lain, Paragon Corp, Rumah Zakat, BAZNAS, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan DTECH.
Sebagai pilot project, WIDURI Kendal akan menjadi model yang dikaji untuk direplikasi ke provinsi dan kabupaten lain di seluruh nusantara.
“Kita ingin agar semangat yang lahir dari WIDURI Kendal menjadi inspirasi nasional. Masyarakat berdaya, mandiri, dan sejahtera adalah kunci Indonesia Emas 2045,” terang Muhaimin Iskandar.
Lewat pendampingan, pelatihan, dan penguatan tata kelola usaha kawasan, WIDURI Kendal diharapkan menjadi tonggak baru transformasi desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.