Gempa Palu M 6,7 Picu Kerusakan Bangunan di Sejumlah Daerah
Thomas Pulungan
PALU, (ERAKINI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan sejumlah bangunan dan infrastruktur di beberapa wilayah mengalami kerusakan akibat gempa Palu berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) pagi.
“Hasil pemantauan sementara menunjukkan terdapat kerusakan bangunan dan infrastruktur di sejumlah daerah terdampak. Tim Reaksi Cepat sedang melakukan pendataan di lapangan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto.
Berdasarkan laporan BPBD, di Kota Palu terjadi keretakan pada Jembatan III Palu dan beberapa bangunan dilaporkan roboh akibat guncangan gempa. Sementara itu, di Kabupaten Sigi sejumlah bangunan mengalami kerusakan, terjadi longsor di kawasan Gunung Kamarora, serta saluran air dilaporkan terputus.
Di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, beberapa bangunan juga mengalami kerusakan. Selain itu, akses jalan di wilayah Napu, Kabupaten Poso, dilaporkan rusak dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
BPBD Sulawesi Tengah mencatat hingga pukul 13.38 WITA terjadi beberapa kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi, yakni satu gempa magnitudo 5, 10 gempa magnitudo 4, 31 gempa magnitudo 3, dan empat gempa magnitudo 2.
Asbudianto mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD di kabupaten dan kota terdampak terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
Sementara itu, data jumlah korban jiwa maupun pengungsi masih dalam proses pendataan. BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa pukul 10.27 WIB.
BMKG mengonfirmasi episentrum gempa berada di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.
Gempa tersebut tergolong gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer. Namun, hasil pemodelan menunjukkan aktivitas seismik itu tidak berpotensi memicu tsunami.
















