3 Pelajar di Kudus Tewas di Area Genangan Banjir usai Sampan yang Dinaiki Terbalik
Akhmad Baihaqi Arsyad







Ketiga korban meninggal, yakni berinisial AF siswa kelas X SMK Assa'idiyah, AH siswa kelas XII MA Salafiyah Ahmad Said, dan MNF siswa kelas 9 SMP IT Assa'idiyah. Sementara 2 pelajar lainnya yang selamat merupakan siswa kelas XI SMK Assa'idiyah.
Diketahui, ketiga korban meninggal tesebut 2 di antaranya asal Kabupaten Pati dan satu korban dari Kabupaten Jepara. Dua orang selamat dari Kabupaten Demak dan Pati yang merupakan siswa kelas XI SMK Assa'idiyah.
Salah satu warga Desa Kirig bernama Sutarman saat di lokasi pencarian di wilayah Kudus menceritakan bahwa kasus tenggelamnya 5 pelajar yang bermain sampan diketahui ketika 2 anak yang selamat berteriak minta tolong. "Saat itu sekitar pukul 07.00 WIB saya sedang tiduran di rumah, kemudian mendengar teriakan minta tolong, lalu saya bergegas menuju sumber suara," ujarnya.
Sutarman dengan menaiki sampan bergegas menuju lokasi lima pelajar yang sama-sama dari Pondok Pesantren Assa'idiyah tenggelam yang berjarak sekitar 500-an meter dari dataran. Setelah itu, dia menginformasikan kejadian tersebut kepada warga, kemudian diteruskan ke Polsek Mejobo dan Pemerintah Desa Kirig.
Akhirnya sekitar pukul 09.00 WIB setelah upaya pencarian dilakukan, korban yang meninggal ditemukan tidak jauh dari lokasi sampan yang terbalik.
Kepala Desa Kirig Aris Tiana Birowo mengatakan, pihaknya menerima laporan santri tenggelam pada hari Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 07.00 WIB, kemudian mengerahkan jajaran bersama warga untuk melakukan pencarian. “Sekitar pukul 09.00 WIB ketiga korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.
Kepala MA Ahmad Said Safuan memperkirakan kasus tenggelamnya siswa di areal persawahan yang tergenang banjir itu terjadi setelah mereka mengaji. Para santri persiapan masuk ke sekolah, sementara sejumlah santri ada yang masih bermain sambil menunggu giliran mandi.
Namun, kata dia, kelima siswa tersebut justru bermain dengan naik sampan milik warga, padahal sebelumnya sudah diingatkan temannya yang lain agar tidak bermain sampan karena berbahaya. Ketika sampai di tengah yang memiliki kedalaman sekitar 2 meteran, sampan yang dinaiki para santri terbalik, tiga orang tenggelam dan dua orang selamat.
Setelah ketiga santri ditemukan, dilakukan pemeriksaan oleh dokter dari puskesmas setempat bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Kudus guna memastikan ada tidaknya unsur penganiayaan. (ant)


