Kepala Staf Kepresidenan Sebut Ada Masalah Distribusi dan Tata Kelola Beras di Ritel Modern
Akhmad Baihaqi Arsyad







Moeldoko menyebut bahwa ada masalah distribusi dan tata kelola beras pada penjualan di toko ritel modern di tanah air. Sehingga, menurutnya perlu tata kelola penanganan secara menyeluruh.
"Perlu tata kelola penanganan pangan dalam negeri secara menyeluruh, salah satunya dengan melakukan relaksasi. Utamanya, untuk mengisi dulu wilayah-wilayah yang stoknya terbatas di ritel modern," kata Moeldoko dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat (1/3/2024).
Ditegaskan oleh Moeldoko bahwa persoalan beras di tanah air memerlukan penanganan secara cepat dan detil. Maka dari itu, ia meminta seluruh pihak terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Sekretariat Kabinet, Bulog dan Badan Pusat Statistik (BPS) dapat berkoordinasi menyelesaikan persoalan beras.
Moeldoko juga menyoroti antrean warga dalam operasi pasar atau Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dimana Bulog kehabisan stok beras 5 kg. Hal ini, kata Moeldoko, disebabkan keterbatasan pengemasan beras SPHP dalam isian 5 kilogram.
"Distribusi dan pengemasan ini harus diusahakan secara cepat, supaya tidak ada lagi antrean," kata Moeldoko.
Moeldoko menegaskan kepada Bulog, terkait permasalahan distribusi beras impor, untuk melakukan koordinasi dengan Pelindo dan Bea Cukai agar mempercepat proses pembongkaran stok beras impor di pelabuhan.
Moeldoko yang juga Panglima TNI periode 2013-2015 ini mengimbau masyarakat agar tidak khawatir atau panik. “Harga beras telah mengalami tren penurunan saat ini dan ketersediaan pasokan beras kualitas medium maupun premium sudah normal,” katanya. (ant)

