UMKM Lokal Semarang Ketiban Berkah, Dagangan Laris di MTQ Nasional 2026
Akhmad Baihaqi Arsyad
SEMARANG, (ERAKINI) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tak hanya menghadirkan semarak syiar Al-Qur’an dan ajang kompetisi antarkafilah dari berbagai penjuru Nusantara. Perhelatan berskala nasional tersebut juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kehadiran Pasar Jajan Berkah serta berbagai stan pameran dan kuliner menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan dari tingginya aktivitas peserta, kafilah, pendamping, dan masyarakat yang datang ke lokasi MTQ.
Salah satu pedagang yang merasakan langsung dampak tersebut adalah Juma’in, pelaku UMKM asal Sendangmulyo yang menjajakan es krim dengan konsep jajanan tempo dulu. Selama dua hari mengikuti Pasar Jajan Berkah MTQ Nasional XXXI, dagangannya mendapat respons positif dari pengunjung. “Alhamdulillah, kami tidak pernah rugi. Dua hari di sini luar biasa. Kami sangat diuntungkan dengan adanya Pasar Jajan Berkah ini,” ujar.
Juma’in sehari-hari berjualan keliling dan biasa membuka lapak saat Car Free Day. Es krim yang dijualnya dibuat sendiri dengan bahan susu murni dari Boyolali, menggunakan mesin pengolahan hasil pelatihan di balai latihan kerja.
Ia mempertahankan konsep es krim jadul, tetapi mengembangkannya dengan sentuhan rasa yang lebih dekat dengan selera anak muda. Menurutnya, inovasi rasa penting agar produk tradisional tetap diminati generasi sekarang. “Kami ingin mempertahankan tradisionalnya, tetapi dengan sentuhan kekinian. Kalau dulu rasanya hanya itu-itu saja, sekarang kami buat dengan rasa yang lebih kekinian, yang diminati anak-anak, terutama Gen Z,” tuturnya.
Selain es krim seharga Rp8.000, Juma’in juga membawa roti jadul seharga Rp10.000. Produk roti tersebut bahkan lebih cepat habis, sementara es krimnya terus diburu pengunjung hingga kegiatan berakhir.


















