Harga Emas Masih Terjun Bebas, Efek Kemenangan Trump?
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2024 ternyata memberi dampak negatif pada pasar emas. Pada Rabu (7/11/2024) lalu, harga emas terjun bebas hingga berada di bawah zona resistensi, dan meskipun kini masih berada di level US$ 2.700, harga emas telah menghapus seluruh keuntungan yang tercatat dalam tiga minggu terakhir.
Meskipun harga emas masih menunjukkan penurunan, permintaan terhadap logam mulia ini tetap mendapat dukungan dari kekhawatiran terkait utang negara AS dan kebijakan fiskal yang diperkirakan akan diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell dalam pidatonya mengingatkan bahwa defisit yang terus meningkat menjadi ancaman bagi perekonomian AS.
“Ini ancamanya nyata bagi perekonomian AS,” ujar Powell, seperti dikutip dari Invezz, Senin (11/11/2024).
Harga Emas Mencatat Kenaikan Signifikan Tahun Ini
Sepanjang tahun 2024, harga emas tercatat melonjak lebih dari 30%, dengan kenaikan bulanan tercatat dalam delapan dari sepuluh bulan terakhir. Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi, didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ketidakpastian politik menjelang pemilu presiden AS, serta tingginya utang negara AS.
Namun, setelah kemenangan Trump yang menghapus ketidakpastian politik, permintaan akan emas sebagai aset safe haven mulai berkurang. Meski demikian, kekhawatiran akan berlanjutnya utang AS dan prospek ekonomi yang penuh ketidakpastian diperkirakan masih akan mendukung permintaan terhadap emas.

















