Letjen TNI Djaka Budhi Utama tinggal selangkah menjadi orang nomor 1 di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Foto: Dok Irjen Kemenhan
Hal ini disamapaikan Bimo Wijayanto yang sama-sama menghadap Presiden Prabowo sebagai calon Dirjen Pajak. Diketahui, sinyal pergantian pucuk pimpinan Dirjen Bea Cukai sebelumnya sudah santer beredar Letjen TNI Djaka Budhi Utama disebut-sebut akan menggantikan Askolani sebagai Dirjen Bea Cukai.
Djaka Budhi Utama saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN). Namun, jauh sebelum ditunjuk Prabowo Subianto sebagai Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi sudah menduduki berapa jabatan birokrasi di pemerintahan. Bahkan, ia sempat satu kantor dengan Presiden Prabowo di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Dirangkum Erakini, berikut 3 jabatan top Letjen Djaka Budhi Utama di pemerintahan:
1. Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam
Djaka Budhi Utama merupakan alumni SMA Negeri 39 Jakarta tahun 1986 dan Akademi Militer (Akmil) tahun 1990 dari kecabangan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Djaka Budhi Utama memiliki rekam jejak kuat di bidang intelijen. Karier militernya dimulai dengan menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 115/Macan Lauser pada 2004 hingga 2007. Sejak itu, kiprahnya terus menanjak melalui sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI.
Pada tahun 2021, ia pun memulai pengalaman baru di birokrasi pemerintahan. Ia diangkat menjadi Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) di era Menko Polhukam Mahfud MD. Djaka Budhi menjabat posisi itu hingga tahun 2023.
Sesuai dengan Peraturan Menko Polhukam Nomor 1 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemenko Polhukam, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian pelaksanaan kebijakan kementerian/lembaga yang terkait dengan isu di bidang politik dalam negeri.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Djaka Budhi menyelenggarakan fungsi koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan kementerian/lembaga yang terkait dengan isu di bidang politik dalam negeri.
Kemudian, pengendalian pelaksanaan kebijakan kementerian/lembaga yang terkait dengan isu di bidang politik dalam negeri. Berikutnya, pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang politik dalam negeri; dan terakhir pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oIeh Menko Polhukam.
2. Irjen Kemenhan
Setelah tiga tahun bertugas di Kemenko Polhukam, Djaka Budhi Utaa ditarik lagi ke Mabes untuk membantu tugas Panglima TNI. Sepanjang 2023-2024 ia mengemban beberapa jabatan penting, mulai dari Perwira Staf Ahli Tingkat III Panglima TNI bidang Ekonomi, Keuangan, dan Perdagangan (Ekkudag); Staf Khusus Panglima TNI; Perwira Staf Ahli Tingkat III Panglima TNI bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba; dan terakhir menjadi Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI.
Setelah itu, Djaka Budhi kembali mendapat penugasan ke kementerian. Kali ini ia bergabung dengan Prabowo Subianto. Letjen Djaka diamanahkan mengemban tugas sebagai Irjen Kementeran Pertahanan (Kemhan) berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/683/VI/2024 tertanggal 14 Juni 2024. Pada jabatan ini, Djaka Budhi mempunyai tugas yang secara fungsional melaksanakan pengawasan internal.
3. Sekretaris Utama BIN
Djaka Budhi Utama tidak begitu lama bertugas di Kemenhan. Pada rotasi dan mutasi Perwira Tinggi TNI, sesuai Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1264/X/2024 tertanggal 18 OKtober 2024, Letjen Djaka diangkat menjadi Sekretaris Utama BIN hingga sekarang.
Berdasarkan Perpres Nomor 34 Tahun 2010 tentang BIN, Sekretariat Utama adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BIN. Sekretariat Utama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BIN.
Itulah tiga jabatan strategis yang pernah diemban Djaka Budhi Utama ke Kementerian/Lembaga. Ia kini bersiap mendapat posisi yang lebih strategis, yakni sebagai Dirjen Bea Cukai. Bea Cukai merupakan salah satu direktorat andalan pendapatan keuangan negara.
Secara umum Ditjen Bea Cukai mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan fasilitasi, serta optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai.
Tahun ini, target pemerintah dari bea dan cukai mencapai Rp301,6 triliun. Hingga Maret atau Kwartal I, total penerimaan sektor kepabeanan dan cukai baru mencapai Rp77,5 triliun atau 25,7% dari target APBN. Ini akan menjadi tugas dan tanggung jawab baru yang akan dipikul Djaka Budhi Utama.