Harga Pakan Naik, Penyebab Harga Daging Ayam Belum Turun
Akhmad Baihaqi Arsyad
BANDUNG, (ERAKINI) – Harga daging ayam hingga kini belum terpantau turun. Hal itu ditengarai karena harga pakan yang kian naik. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Jawa Barat, menyebutkan masalah terkait pakan menjadi penyebabnya.
"Salah satu faktor penyebab kenaikan harga daging ayam karena harga pakan yang naik, kemudian permintaan yang meningkat. Sementara cabai karena pasokan terganggu sedangkan permintaan juga meningkat," ucap Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah saat dikonfirmasi di Bandung, dikutip dari Antara, Senin (3/7/2023) malam.
Elly mengungkapkan, hingga saat ini, sudah seminggu lebih harga daging ayam masih belum beranjak turun. Pihaknya menyebut harga daging ayam di pasar tradisional mencapai Rp40.000-Rp42.000/kg,
Harga tersebut, lanjut Elly, terdapat perbedaan di toko ritel yang jauh lebih murah dibandingkan pasar tradisional. "Kemarin hari Minggu saya memantau ke salah satu toko ritel. Harga daging ayam dibanderol Rp29.900. Itu beratnya 0,8 kg atau 0,9 kg. Kalau per kilogramnya jatuh di harga Rp33.000," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa mengungkapkan, faktor penyebab belum turunnya karena permintaan yang meningkat imbas dari Idul Adha.
"Biasanya kurang dari 1 kg, seperti 0,8 kg atau 0,9 kg beratnya, dan rantai pasoknya pertama mereka dapat dari peternak, kemudian dari distributor. Di pasar ada bandar lagi, dari bandar baru ke pengecer. Dari distributor ke bandar pasti ambil untung lagi. Makanya bisa terjadi perbedaan," ujarnya.
















