Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (2/1/2024) pagi dibuka menguat 37,32 poin atau 0,52 persen ke posisi 7.268,06. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
JAKARTA, (ERAKINI) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat menjelang rilis inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Selasa (2/1/2024) pagi. IHSG dibuka menguat 37,32 poin atau 0,52 persen ke posisi 7.268,06.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 7,04 poin atau 0,73 persen ke posisi 969,18.
"Data inflasi, PMI, dan debat capres, diperkirakan akan menggerakkan sentimen hari ini,” ujar Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya, Selasa (2/1/2024), dikutip dari antara.
Selain itu, pada hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Desember 2023 sekaligus sepanjang 2023, yang diperkirakan akan melonjak ke angka 0,5 persen month to month (mtm) dan 2,72 persen year on year (yoy).
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS), dimana secara tahunan Wall Street mencatatkan kenaikan besar sepanjang tahun 2023 yang dapat memberikan dorongan bagi tahun 2024.
Kemudian, S&P 500 mengakhiri tahun 2023 dengan mencatatkan kenaikan kenaikan tahunan lebih dari 24 persen. Indeks acuan tersebut juga mendekati rekor penutupan tertinggi pertamanya dalam waktu sekitar dua tahun.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Hang Seng melemah 191,95 poin atau 1,13 persen ke 16.855,43, Indeks Shanghai menguat 12,37 poin atau 0,08 persen ke 2.972,56, dan indeks Straits Times menguat 4,26 poin atau 0,13 persen ke posisi 3.236,01
Pada sesi perdagangan terakhir, Jumat (29/12/2023), IHSG ditutup melemah 0,43% menjadi 7.272,797. Kendati demikian, performa IHSG sepanjang 2023 relatif jauh lebih baik dibandingkan 2022. Berdasarkan statistik IDX, IHSG sepanjang 2023 menguat 6,16% dibandingkan tahun 2022 sebesar 4,09%.
IHSG 2023 juga mencatatkan rekor sebanyak 79 emiten yang melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan nilai penggalangan dana mencapai Rp54,14 triliun.
Sementara jumlah investor pasar modal Indonesia hingga akhir tahun 2023 mencapai 12,1 juta. Tahun 2024, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengincar 2 juta investor baru. Artinya, BEI menargetkan 14 juta investor tahun ini.
“Investor baru kita menargetkan 2 juta investor karena kalau kita lihat memang dengan perubahan pandemi menjadi endemi, banyak perubahan terhadap investor,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam konferensi pers akhir tahun 2023.