Maruarar Sirait saat makan malam dan berdiskusi dengan pengusaha Aguan, Prajogo Pangestu, Franky Wijaya, dan Pak Boy Thohir beberapa waktu lalu. Foto: Ilustrasi @maruararsirait
"Saya tadi malam mengumpulkan 4 perusahaan besar, di antaranya Agung Sedayu, Barito Pak Prajogo, ada Boy Tohir, ada Pak Frenky (Franky Oesman Widjaja) dari Sinar Mas," ujar Ara, sapaan akrabnya Maruarar, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/10/2024).
Selain keempatnya, PT Harum Energy Tbk juga sudah menyatakan kesediaannya ikut dalam membangun 3 juta rumah tersebut. Kesediaan itu disampaikan Komisaris Utama Grup Harum Energy Lawrence Barki.
Kata dia, para pemilik perusahaan besar itu akan hadir langsung saat groundbreaking dimulainya pembangunan 3 juta rumah di Kabupaten Tangerang, pada 10 November 2024 mendatang. Adapun pembangunann rumah ini dilakukan oleh Agung Sedayu Group
Ara mengapresiasi para pengusaha yang ikut berkontribusi dalam program pembangunan 3 juta rumah yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Rumah ini nantinya diberikan gratis kepada masyarakat, termasuk guru, TNI, Polri, dan ASN berpenghasilan rendah.
Sejauh ini sudah ada lima konglomerat yang bersedia ikut program pembangunan 3 juta rumah tersebut. Kelimanya adalah Sugianto Kusuma alias Aguan (Agung Sedayu Group), Prajogo Pangestu (Grup Barito), Frangky Wijadja (Grup Sinar Mar), Garibaldi "Boy" Thohir (Grup Adaro), dan Lawrence Barki (Grup Harum Energi).
1. Sugianto Kusuma (Aguan)
Dilansir situs resmi Agung Sedayu, Aguan diketahui pertama kali membangun Agung Sedayu Group (ASG) dari sebuah perusahaan kontraktor rumah pertokoan sederhana pada tahun 1971. Perusahaan ini awalnya menggarap pengembangan properti sebagai solusi bisnis dan one-stop-living.
Dalam kurun waktu 10 tahun pertama, perusahaan ini mulai dikenal pasar. ASG kemudian berkembang pesat dab mampu mengembangkan jangkauan pelanggan dan memperluas mitra usaha.
Portofolio pengembangan tersebar di beberapa daerah prestisius di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Seperti township, superblok, apartment, office tower, mall, industrial estate, dan hotel. Saat ini Aguan memimpin Konsorsium Nusantara yang sudah membangun Hotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN).
2. Prajogo Pangestu Prajogo Pangestu merupakan pengusaha asal Kalimantan Barat yang memiliki bisnis di beberapa sektor, seperti batu bara dan petrokimia. Prajogo masuk dalam daftar orang terkaya kedua di Indonesia, dan ke-27 di dunia. Menurut laporan real time net worth Forbes, Rabu (30/10/2024), Prajogo memiliki kekayaan senilai USD51,4 miliar atau setara Rp809 triliun (kurs Rp15.740).
Saat ini terdapat empat saham yang dikendalikan oleh Prajogo di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni holding energi PT Barito Pacific Tbk (BRPT), perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), emiten geotermal, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan emiten batu bara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
3. Boy Thohir
Garibaldi Thohir atau lebih dikenal Boy Thohir merupakan saudara kandung dari Menteri BUMN Erick Thohir. Boy Thohir merupakan CEO sekaligus pemegang saham utama Adaro Energy, salah satu eksportir batu bara di dunia.
Dalam laporan Forbes, Boy Thohir dan keluarga sempat masuk jajaran 50 orang terkaya di Indonesia pada 2023 dengan kekayaan senilai USD3,3 miliar atau sekitar Rp 51,9 triliun.
4. Franky Widjaja
Franky Oesman Widjaja merupakan anak dari pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja. Sinar Mas memiliki anak usaha di berbagai bidang, seperti layanan finansial, properti, kesehatan, agribisnis, kertas, hingga telekominikasi.
Dilansir dari Wall Street Journal, Franky menjabat sebagai Komisaris Utama PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk, salah satu anak usaha Sinar Mas Group.
5. Lawrence Barki Lawrence Barki merupakan anak dari Kiki Barki, pendiri perusahaan batu bara Harum Energy. Saat ini, Lawrence menjabat sebagai Komisioner Utama perusahaan tersebut.
Dilansir dari situs resmi Harum Energy, Lawrence sudah bergabung di perusahaan tersebut sejak 1995 dan saat ini menjabat sebagai direktur dan Komisaris di beberapa perusahaan dalam grup Harum Energy.
Itulah lima konglomerat Indonesia yang sejauh ini siap membantu Maruarar Sirait dalam mewujudkan program pembangunan 3 juta rumah. Kata Maruarar, sesuai arahan Presiden Prabowo, permasalahan perumahan bagi rakyat Indonesia sebisa mungkin dapat diselesaikan dengan baik. Sebab, masyarakat sangat membutuhkan dukungan kebijakan serta pelaksanaan pembangunan rumah layak huni secara cepat dan nyata.
Maruarar menegaskan bahwa pembangunan 3 juta rumah ini mengusung semangat gotong royong. Artinya, program ini melibatkan semua pihak, bukan hanya Kementerian PKP. Untuk itu, Maruarar secara pribadi juga sudah menyumbangkan tanahnya seluas 2,5 hektare di Tangerang.