Fitria Yusuf yang awalnya menganut Kristen mengakui pindah agama bukan karena desakan orang lain, termasuk sang ayah. Foto: Ist/IG
JAKARTA, (ERAKINI) - Konglomerat Jusuf Hamka begitu senang dan bersyukur saat sang putri, Fitria, diberi hidayah untuk memeluk agama Islam. Di usinya 37 tahun, Fitria akhirnya mualaf mengikuti jejak sang ayah.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, hari ini tanggal 12/3/2020 jam 10 pagi bertempat di Masjid Lautze, putri saya Fitria Jusuf telah mengucapkan dua kalimat syahadat dengan dibimbing Ustadz Zaitun Rusmin (Majelis Ulama Indonesia)," kala itu.
Ya, saat itu Fitria alias Fifi mendadak jadi pusat perhatian publik. Putri konglomerat itu memutuskan masuk Islam mengikuti jejak sang ayah.
Fitria Yusuf resmi menjadi mualaf usai mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2020. Proses Fifi mualaf dibimbing Ustadz Zaitun Rusmin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Fitria merupakan putri sulung dari pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka yang memilih mualaf pada tahun 1981 di usia 23 tahun, atau setahun sebelum Fifi lahir.
Walaupun Jusuf Hamka tergolong Muslim yang taat, namun ia tidak pernah memaksakan istri maupun anak-anaknya masuk Islam. Puluhan tahun Jusuf Hamka berumah tangga dengan keluarga yang berbeda agama, tetapi tetap saling menjaga toleransi.
"Anak tiga tadinya semua nonmuslim, ikut istri. Sekarang slow but sure, mereka became a muslim. Tidak pernah paksa, saya bebaskan,” tutur Jusuf Hamka.
Fitria Yusuf yang awalnya menganut Kristen mengakui pindah agama bukan karena desakan orang lain, termasuk sang ayah. Fitria yang merupakan Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada TBK (CMNP), memutuskan pindah agama karena terinspirasi sosok sang ayah, Jusuf Hamka.
Fitria melihat nilai agama Islam yang kuat dari sosok Jusuf Hamka. Apalagi ketika ayahnya itu mendirikan Warung Podjok Halal gratis untuk orang-orang tidak mampu. Ia juga mendirikan warung nasi kuning Rp3000 untuk membantu para kaum dhuafa.
"Saya masuk Islam karena mendapatkan hidayah dan juga melihat ayah saya Haji Muhamad Yusuf Hamka. Dari keseharian Beliau yang paling utama," kata Fitria, dalam sebuah tayangan video.
“Dari kesehariannya, dari ibadahnya, dari sedekahnya, juga sebagai ayah, atasan saya, dan juga sebagai umat Muslim. Inspirasinya sebenarnya dari Beliau (Yusuf Hamka," lanjutnya.
Fifi merupakan bos perusahaan jalan tol kelahiran Jakarta 9 Desember 1982. Masa kecilnya banyak dihabiskan di Australia setelah pindah bersekolah ke St Hilda's Anglican School for Girls di Perth.
Selain meneruskan bisnis sang ayah, Fifi juga dikenal sebagai sosialita, model fesyen, dan penulis. Ia lulus dari Menlo College pada tahun 2001 dengan gelar sarjana di bidang administrasi bisnis, dan Jurusan Pemasaran dari GS Fame Institute of Business di Jakarta.
Bakat Fitria di bidang fashion sudah ada sejak kecil. Ia pernah bekerja sebagai editor sejumlah majalah mode di Jakarta, serta kolumnis majalah sebelum membuka butik one-stop shopping miliknya bernama butik Ivy pada tahun 2006.
Dia juga ikut mendirikan Twinkle-Twinkle pada tahun 2009, sebuah perusahaan yang memproduksi casing kristal khusus untuk telepon pintar.
Pada tahun 2009, Fitria Yusuf ikut menulis Little Pink Book: Jakarta Style & Shopping Guide bersama temannya Alexandra Dewi. Pada tahun 2011, Fitria juga turut menulis buku bertema fesyen lainnya berjudul Hermes Temptation.
Buku setebal 400 halaman ini bercerita tentang bisnis penjualan kembali tas mewah merek Prancis Hermès bernilai jutaan dolar yang menjadi "barang wajib" di kalangan masyarakat kelas atas di Jakarta. Buku tersebut menjadi bestseller nasional dan telah dicetak di Indonesia dan Amerika Serikat.
Setelah menjadi mualaf, Fitria Yusuf menikah dengan seorang pria tampan keturunan Iran bernama Wakid Khalid. Ia pun langsung mulai menjalankan amanah ayahnya untuk membangun 1.000 masjid.
Salah satu masjid yang sudah ia bangun dan sangat terkenal, yakni Masjid Babah Alun. Masjid ini terkenal karena desainnya yang unik. Masjid Babah Alun terletak di pinggiran Tol Depok-Antasari (Desari), Cilandak, Jakarta Selatan.