Tampilan maket IKN di Penajam Utara, Kalimantan Timur. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) akan menjadi pionir kota berbasis transportasi cerdas. Sekitar 80 persen kendaraan listrik akan menjadi transportasi publik di IKN.
Konsep transportasi cerdas di IKN akan diimplementasikan secara bertahap. Namun, (EV) akan digunakan sepenuhnya di . Baik pemerintah maupun pihak swasta telah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk digunakan masyarakat di daerah tersebut.
Nantinya d IKN terdapat kendaraan listrik untuk komersial. Pemerintah akan menggandeng sejumlah perusahaan swasta lainnya untuk menggunakan serta menghadirkan kendaraan listrik di IKN.
Budi berharap melalui kolaborasi pemerintah dan swasta, maka visi IKN sebagai pionir kota berbasis transportasi cerdas di Indonesia dapat terwujud dengan cepat.
“Roda empat pasti (kendaraan EV) dan roda dua juga pasti. Tapi yang saya tekankan di sini bahwa EV itu tidak hanya disediakan oleh pemerintah. Pemerintah mengadakan, instansi mengadakan tapi swasta juga menprovide, baik secara CSR maupun secara komersial,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat menghadiri The 19th Intelligent Transport System (ITS) Asia Pacific Forum 2024 di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2024.
Menurut Budi, uji coba kendaraan listrik di IKN akan mulai dilakukan pada Agustus 2024. Jika uji coba selesai dilaksanakan, maka pemerintah secara bertahap akan memperluas fasilitas dan layanan kendaraan listrik di IKN.
Sementara itu, Presiden Intelligent Transport System (ITS) Indonesia William Sabandar mengatakan, secara umum 80 persen kendaraan listrik akan menjadi transportasi publik di IKN.
Ketua Tim Asistensi Ahli Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bidang Transportasi ini menyebutkan sedang menyiapkan konsep atau master plan transportasi cerdas yang akan didorong di IKN.
“ITS Indonesia adalah bagian penting upaya mewujudkan IKN itu sebagai ibu kota dari intelligent transport system global,” kata William.
Forum Sistem Transportasi Cerdas Asia Pasifik
Forum Sistem Transportasi Cerdas Asia Pasifik atau The 19th Intelligent Transport System (ITS) Asia Pacific Forum berlangsung di Jakarta Convention Center.
Rangkaian acara dibuka dengan High Level Roundtable bertema Transformation Towards A Sustainable and Intelligent Urban Mobility. Pada kegiatan ini Menhub mendorong penerapan konektivitas regional berbasis digital di kawasan Asia Pasifik.
“Pertemuan ini menghasilkan beberapa gagasan penting yang patut mendapat perhatian dan tindakan bersama. Antara lain mendorong konektivitas regional di era transportasi berbasis digital, mendorong pengembangan sarana dan prasarana transportasi darat yang inklusif, dan memprioritaskan integrasi berbagai moda,” kata Budi.
Budi bersama Menteri Transportasi dari Singapura, Pakistan, Kamboja dan perwakilan dari Inggris Raya, Jepang, Laos, Australia, serta Vietnam, juga berdiskusi berbagi praktik dan pengalaman mengenai sistem transportasi yang cerdas dan berkelanjutan.
Menurut Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP), kata Menhub, kawasan Asia Pasifik memimpin sistem transportasi cerdas dengan proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 17,8%. Namun, masih ada tantangan terutama bagi negara-negara tertinggal dan berkembang. Untuk itu, High Level Roundtable menekankan peran pemerintah, sektor swasta, serta lembaga keuangan dalam mendukung pembangunan infrastruktur.
Adapun ruang lingkup isu yang diperhatikan ITF meliputi aksesibilitas, penerbangan, lingkungan, globalisasi, infrastruktur, transportasi laut, perkeretaapian, transportasi dan keselamatan jalan, serta keamanan transportasi dan transportasi perkotaan.
“Sektor transportasi Indonesia sedang mengalami transformasi akibat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi. Kami memprioritaskan konektivitas transportasi yang lancar dan berketahanan,” pungkasnya.