Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Governments Summit 2025 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, secara virtual. Foto: Tangkapan Layar YouTube Setpres
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Governments Summit 2025 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, secara virtual. Ini merupakan perdana Prabowo menghadiri forum internasional secara daring sejak jadi Presiden, di tengah yang ia galakkan, termasuk mengurangi perjalanan dinas Kementerian/Lembaga ke luar negeri.
Namun, Prabowo beralasan tidak bisa hadir di forum itu lantara harus mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Hambalang, Jawa Barat, Kamis (13/2/2025).
"Saya berharap bisa hadir secara langsung, tetapi jadwal saya tidak memungkinkan. Beberapa jam yang lalu saya baru saja terpilih untuk lima tahun ke depan sebagai Ketua Umum partai politik saya," ujar Prabowo saat menyampaikan pidato dalam forum itu melalui konferensi video dari kediamannya di Hambalang, Jawa Barat.
Di hadapan para kepala negara dan pimpinan lembaga-lembaga dunia peserta World Governments Summit, Prabowo juga menyinggung terkait efisiensi anggaran yang tengah dilakukan oleh pemerintah saat ini. Prabowo menyebutkan bahwa pemerintahannya berhasil menghemat anggaran sebesar Rp327 triliun, atau sekitar USD20 miliar yang setara dengan 10 persen dari anggaran tahunan negara.
“Dana yang berhasil dihemat ini, semula digunakan untuk membiayai program tanpa strategi yang jelas. Sekarang, uang itu akan digunakan untuk membiayai lebih dari 20 program strategis bernilai miliaran dolar yang akan mengubah negara ini,” kata Prabowo.
Program-program yang dimaksud Prabowo antara lain investasi untuk hilirisasi nikel, bauksit, tembaga, dan mineral penting lainnya, pengembangan industri petrokimia yang substansial, serta pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Prabowo meyakini bahwa investasi-investasi tersebut akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan, serta memperbaiki taraf hidup masyarakat.
Selain itu, anggaran yang dihemat juga akan digunakan untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan Indonesia. Prabowo menargetkan Indonesia menjadi negara pengekspor pangan dalam beberapa tahun ke depan.
“Bersama dengan inisiatif untuk meningkatkan produksi protein, mendukung aquaculture (budidaya berbasis air), serta mengembangkan proyek energi bersih dan terbarukan, dan memanfaatkan sumber daya mineral serta terbarukan yang melimpah,” bebernya.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kebijakan penghematan anggaran yang tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD 2025, akan sangat bermanfaat untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat
Undang Investor
Presiden menambahkan bahwa meskipun sedang menggalakkan efisiensi anggaran, pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas kerja pemerintahannya dalam lima tahun ke depan. Untuk itu, Prabowo mengundang perusahaan konstruksi asing dan investor dari luar negeri untuk ikut membangun infrastruktur di Indonesia.
“Kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam membuat banyak komunitas terisolasi. Dan untuk menjembatani itu, kami mencanangkan program yang ambisius bermitra dengan sektor swasta," katanya.
"Saya pun membuka sektor infrastruktur untuk sektor swasta, dan mengundang perusahaan-perusahaan swasta dari luar negeri, dan pasar dalam negeri,” lanjut Prabowo.
Prabowo menyebut beberapa proyek infrastruktur penting seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, jalur-jalur distribusi energi, dan jaringan digital. “Konektivitas digital ini menjadi perhatian khusus juga, karena di dunia yang serba terhubung, (jaringan komunikasi) bukan lagi kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan. Oleh karena itu, kami pun mengalokasikan 6GHz spektrum WiFi untuk layanan publik," katanya.
World Governments Summit merupakan Konferensi Tingkat Ttinggi yang rutin digelar setiap tahun oleh Uni Emirat Arab di Dubai. Dalam forum itu, pemimpin dari berbagai negara berkumpul bersama lembaga-lembaga dunia, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), para ahli dari berbagai sektor, organisasi masyarakat sipil, industri, dan sektor swasta.
Forum ini pertama digelar pada 2013 di Dubai. Sedangkan tahun ini delegasi Indonesia di Dubai dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.