Pemerintah Tambah Utang Baru Rp614,9 Triliun
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemerintah tahun ini telah menarik utang baru sebesar Rp614,9 triliun hingga 30 November 2025. Utang ini digunakan untuk menutup defisit APBN 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan realisasi penarikan utang baru tersebut masih terjaga sesuai desain atau on-track. Pasalnya, nilai itu setara 84,06 persen dari proyeksi yang ditetapkan dalam laporan semester (Lapsem) 2025 sebesar Rp731,5 triliun.
“Jadi saat ini masih on-track menuju desain dari APBN,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Desember 2025, dipantau dari Live YouTube Kementerian Keuangan, Kamis (18/12/2025).
Suahasil menjelaskan, target penarikan utang sebesar Rp731,5 triliun sepanjang tahun ini digunakan untuk menutup defisit APBN yang berdasarkan proyeksi diperkirakan mencapai 2,78 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Sementara itu, hingga saat ini defisit APBN tercatat sebesar 2,35 persen PDB, masih di bawah target proyeksi defisit APBN 2025. Selain mengandalkan pembiayaan utang, pemerintah juga memanfaatkan sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp85,6 triliun untuk mengurangi kebutuhan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).
“Pemenuhan pembiayaan ini terkendali melalui langkah antisipatif, seperti prefunding, ketersediaan kas yang memadai, serta active cash dan debt management, termasuk penempatan dana Rp200 triliun di perbankan umum,” jelas Suahasil.

















