Haji Isam menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Sebanyak 141 tokoh menerima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto, Senin (25/8/2025). Salah satu pengusaha yang menerima adalah atau akrab disapa .
Para tokoh bangsa yang menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera dan Bintang Jasa terdiri atas purnawirawan TNI, anggota Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga legislatif, tokoh kehakiman dan kepolisian, musisi, sastrawan, budayawan, dan pengusaha.
Haji Isam menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama. Bintang Mahaputera Utama merupakan tanda kehormatan yang diberikan oleh Presiden kepada mereka yang dinilai secara luar biasa berjasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tanda kehormatan itu diberikan pertama kali pada 1961 dan rutin diberikan kepada individu-individu yang dinilai berjasa tiap bulan Agustus dalam rangka peringatan HUT RI. Bintang Mahaputera Utama adalah kelas ketiga dari Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera.
Untuk diketahui, Tanda kehormatan Bintang Mahaputera diberikan berdasarkan Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 20 Tahun 2009 kepada para tokoh yang memenuhi tiga kriteria, yakni berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara; pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan beberapa bidang lain yang besar manfaat bagi bangsa dan negara; serta darma bakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.
Sedangkan pemberian Tanda Kehormatan Bintang Jasa diberikan berdasarkan Pasal 28 Ayat (3) UU Nomor 28/2009 kepada para tokoh yang memenuhi tiga kriteria, yakni berjasa besar di sesuatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kebesaran negara dan bangsa; pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang bermanfaat bagi bangsa dan negara; serta darma bakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional.
Sepak Terjang Haji Isam Haji Isam merupakan pengusaha tajir asal Kalimantan Selatan. Haji Isam saat ini masuk dalam kelompok Crazy Rich atau orang dengan kekayaan berlimpah di Kalimantan Selatan. Tapi, kekayaan yang dimiliki Haji Isam tersebut bukanlah warisan orang tua, atau ketiban harta karun.
Haji Isam membangun usaha benar-benar dari nol. Berkat kerja keras, Haji Isam kini memiliki puluhan perusahaan yang bernaung di bawah bendera Jhonlin Group.
Mengutip laman jhonlinagro.com, Jhonlin Group merupakan induk perusahaan dari beberapa unit usaha di berbagai bidang, seperti pertambangan, jasa pelabuhan, jasa transportasi udara, bongkar muat di laut lepas, agro bisnis, jasa keamanan, hingga infrastruktur dan manufaktur.
Haji Isam saat ini disebut memiliki sekitar 60 perusahaan. Melalui PT Jhonlin Agro Raya Tbk, Haji Isam meraup kekayaan di sektor perkebunan kelapa sawit, dan pengolahan minyak. Sementara di sektor transportasi, Haji Isam menggerakan bisnis lewat Johnlin Baratama, Johnlin Marine Shipping, Johnlin Air Transport, dan PT Ehsan Agro Sentosa Group.
Haji Isam juga memiliki tim balap yaitu Jhonlin Racing Team. Haji Isam menginvestasikan mobil hingga mesin bengkel canggih untuk timnya bernilai miliaran rupiah.
Haji Isam merupakan putra Batulicin kelahiran 1 Januari 1977. Akan tetapi, keluarga besar Haji Isam berasal dari sebuah desa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dihuni etnis Bugis.
Sebelum di posisi sekarang, Haji Isam telah melalui lika- iku pahitnya kehidupan. Diolah dari berbagai sumber, Haji Isam dulunya seorang buruh serabutan. Ia pernah bekerja sebagai sopir truk pengangkut kayu, operator alat berat, sampai tukang ojek.
Titik balik kehidupannya dimulai pada tahun 2011. Ketika itu Haji Isam bertemu dengan Johan Maulana, seorang penambang batubara Kalimantan. Dari situ Haji Isam belajar bisnis batubara.
Perlahan tapi pasti, Haji Isam mulai mendapatkan cuan dari bisnis batubara. Ia kemudian mendirikan perusahaan kecil hasil dimodali oleh Johan Maulana.
Ketika itu perusahaannya mendapatkan klien pertama, yakni PT Arutmin Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk milik keluarga Bakrie. Sejak itu perusahaan Haji Isam terus kedatangan banyak klien.
Pamor Haji Isam pun terus menanjak. Jaringan bisnisnya pun terus melebar. Pada tahun 2003 Haji Isam berkolaborasi dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo untuk mendirikan PT Kodeco Timber, perusahaan yang memegang Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hak Pengusahaan Hutan (HPH).
Pada 4 Agustus 2022, Haji Isam mencatatkan sejarah bagi Jhonlin Grup. Salah satu anak perusahaannya mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk.
Jhonlin Agro Raya mencatatkan 8 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebesar 6,77 miliar saham dan penawaran umum saham 1,22 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Sejauh ini harta kekayaan Haji Isam belum pernah terpublish. Namun, aset Haji Isam ditaksir sudah mencapai triliunan rupiah. Melalui perusahaan-perusahaan tersebut, Haji Isam dapat mengeruk hingga 400 ribu ton batubara dengan omzet mencapai Rp40 miliar per bulan.