SEMARANG, ERAKINI – Investasi di Jawa Tengah pada triwulan pertama tahun 2026 sudah mencapai Rp23,2Triliun. Serapan tenaga kerjanya dari investasi yang sudah masuk itu mencapai 92ribu orang di 35 kabupaten/kota.
“Capaian itu meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan memperkuat posisi Jateng sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Gubenur Jateng Ahmad Luthfi saat sambutan gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Kota Semarang, Senin (11/5/2026).
Gelaran CJIBF 2026 sendiri terwujud hasil kerjasama Bank Indonesia Provinsi Jateng dengan Pemprov Jateng. Pada gelaran kali ini, ada 17 proyek investasi unggulan yang dipromosikan kepada calon investor.
Proyek itu mencakup renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata hingga pertambangan. Di antaranya; Candi Umbul Telomoyo Gethermal Power Plaant milik Geo Dipa Energy, Logawa Minihydro Power Plant di Banyumas, Agricultural Waste Utilization for Biomass Energy di Grobogan, Waste to Refuse Derived Fuel di Demak dan Pati.
Pada sektor pertanian dan hilirisasi pangan, meliputi; Integrated Coconut Industry, Integrated Shrimp Industry dan Integrated Fisheries Special Zone di Cilacap, Salt Industry di Jepara, Warehouse Receipt System and Agribusiness Subterminal di Grobogan, Fishery Industry Center di Pati, Modified Casava Flour Industry di Banjarnegara dan Warehousing and Industrial Salt Processing di Brebes.
Pada sektor pariwisata ada pengembangan Taman Kyai Langgeng Ecopark di Kota Magelang, pengembangan Pulau Panjang di Jeparaa, Pengembangan Deyangan Resort di Kawasan Borobudur di Kabupaten Magelang.
Pada sektor pertambangan terdapat proyek Mineral Extraction dari Geo Dipa Energy di Kabupaten Banjarnegara.
Calon investor itu juga dipertemukan dengan 4 kawasan industri utama di Jateng, yaitu; Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park dan Jatengland Industrial Park Sayung.
Gelaran CIJBF itu juga berbarengan dengan gelaran UMKM Grande, digelar satu kompleks.
“Sinergi antara investasi dan penguatan UMKM penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif dan berdaya saing di tengah dinamika global,” tambah Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman yang juga hadir di Semarang.
Kepala Perwakilan BI Jateng M. Noor Nugroho mengemukakan pada kegiatan itu dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) investasi. Meliputi; peternakan usaha sapi terpadu oleh PT. Global Dairi Bersama dan industri tekstil oleh PT. Ever Prospect Industrial, kesepakatan kemitraan industri besar PT. Natura Aromatik Nusantara dengan UMKM PT. CBS Export Companies untuk bahan baku industri minyak astiri.
Selain itu juga nota kesepahaman proyek investasi Waste to Refuse Derived Fuel antara Kabupaten Grobogan dengan PT. Bio Cipta Lestari.
“Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, Jateng turut berhasil mengakselerasi penyaluran kredit melalui business matching pembiayaan dan peminatan produk UMKM potensial ekspor sekitara USD 2,48juta (setara Rp43miliar),” kata Noor Nugroho.
BI dan Pemprov Jateng, kata Noor, berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat memperkuat iklim investasi, memperluas akses pasar ekspor UMKM, meningkatkan daya saing produk lokal serta menciptakan mutlipier effect bagi pertumbuhan ekonomi Jateng yang berkelanjutan.