Bos Kemenkeu dan BI Turun Tangan Cari Uang untuk Program 3 Juta Rumah
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) turun tangan dalam mencari solusi terkait instrumen pendanaan program 3 Juta Rumah. Kemenkeu berencana menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) perumahan untuk mendukung program yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerbitan SBN Perumahan akan dialokasikan khusus untuk pembiayaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Kami hari ini berdiskusi untuk meningkatkan kemampuan dalam mendukung MBR ini dengan penerbitan SBN Perumahan yang nanti akan dialokasikan terutama di dalam pembiayaan MBR ini,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Kamis (20/2/2025) malam, dikutip dari Antara.
Menkeu menjelaskan, mekanisme ini merupakan modifikasi dari skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang akan ditingkatkan skalanya. Selain itu, Kemenkeu juga terus bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna memperkuat pembiayaan sektor perumahan melalui fasilitas kredit berbasis Giro Wajib Minimum (GWM) hingga Rp80 triliun.
“Dengan ini kita berharap akan meningkatkan lebih banyak lagi kemampuan untuk dari sisi demand masyarakat yang mau membeli rumah dengan fasilitas ataupun yang komersial,” ucapnya.
Sri Mulyani menambahkan, pemerintah akan terus mengembangkan berbagai instrumen pembiayaan kreatif agar APBN tetap disiplin secara fiscal, namun tetap mampu memberikan daya dukung maksimal bagi sektor perumahan dan sektor lainnya.


















