Harga Saham AADI Melesat hingga 72 Persen, Begini Faktanya
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Harga saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami lonjakan signifikan setelah pemisahan unit usaha oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang sebelumnya dikenal dengan nama PT Adaro Energy Indonesia Tbk.
Pada pekan lalu, Kamis (5/12/2024), harga saham AADI yang diperdagangkan langsung melonjak 72% hanya dalam waktu tiga hari perdagangan, dari harga initial public offering (IPO) sebesar Rp5.550 menjadi Rp9.550 pada Senin pagi (9/12/2024).
Dilansir dari situs bareksa pada Selasa (10/12/2024), lonjakan harga saham ini didorong oleh tingginya minat investor terhadap AADI, perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara termal.
Menurut Tim Analis Bareksa, harga penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS) AADI berada di Rp5.960, yang berarti pemegang saham ADRO yang melakukan pembelian saham AADI telah mencatatkan keuntungan belum terealisasi sekitar 60% dalam waktu kurang dari tiga hari.
Selain itu, investor juga menikmati imbal hasil dividen dari saham ADRO, dengan harga cum date pada 26 November 2024 sebesar Rp3.670 per saham dan dividen sebesar Rp1.358,18 per saham. Imbal hasil dividen (dividend yield) yang didapatkan oleh pemegang ADRO dan (yang menebus melalui PUPS) tercatat mencapai 37%.

















