Keempat proyek yang diresmikan secara hybrid tersebut adalah Underpass Gatot Subroto di Provinsi Sumatera Utara, Jembatan Sungai Sambas Besar di Provinsi Kalimantan Barat, serta Underpass Joglo Surakarta dan Flyover Canguk di Provinsi Jawa Tengah.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Peningkatan konektivitas sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata.
“Ini nanti akan mempermudah konektivitas, mempermudah akses juga kepada daerah yang begitu indah, begitu penting dalam budaya Jawa, penuh spiritualitas,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari keterangan resmi BPMI Setpres.
Menurut Prabowo, infrastruktur ini memangkas jarak tempuh masyarakat yang sebelumnya harus memutar jauh, sekaligus membuka akses menuju kawasan bersejarah dan kaya budaya yang menjadi daya tarik wisata di wilayah tersebut.
“Tadi kita sudah mendengar arti historis dari tempat ini, tempat perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan Belanda, markasnya di sini. Juga bahwa ini nanti diharapkan mempermudah konektivitas, mempermudah akses ke daerah yang begitu indah, penting dalam budaya Jawa, penuh spiritualitas,” jelas Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menyebut adanya rencana penataan kawasan, termasuk pembangunan fasilitas wisata dan akomodasi untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan.
“Kita mendengar ada rencana untuk membangun kawasan ini demi mendukung pariwisata. Mungkin akan ada hotel-hotel yang bagus, fasilitas-fasilitas, karena kita harus dorong pariwisata. Pariwisata adalah penyumbang devisa yang sangat besar dan penyerap lapangan kerja yang sangat besar pula,” lanjutnya.
Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut dan berpesan agar seluruh infrastruktur yang diresmikan dirawat dengan baik.
Ia menambahkan bahwa pengembangan fasilitas wisata, termasuk hotel, nantinya akan diarahkan agar selaras dengan budaya dan lingkungan lokal. “Nanti hotel-hotelnya juga akan disesuaikan dengan arsitektur kita sendiri ya, yang cocok dengan budaya dan lingkungan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas ruang publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Total yang kita resmikan hari ini adalah dua jembatan, dua underpass, dan satu flyover di empat provinsi, dengan total biaya Rp1,97 triliun,” ungkap Dody.
Peresmian infrastruktur ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Jembatan Kabanaran dan proyek-proyek lain yang diresmikan secara hybrid diharapkan memberikan dampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan keselamatan transportasi.
Jembatan Kabanaran menjadi jalur vital bagi aktivitas nelayan yang menggantungkan akses pada kawasan pesisir selatan. Infrastruktur ini juga mendukung petani garam serta sentra industri rumput laut yang membutuhkan jalur distribusi lebih efisien. Sektor wisata pesisir turut diproyeksikan mendapat dorongan baru.
Sebagai simpul baru dalam jaringan konektivitas selatan Jawa, Jembatan Kabanaran memperkuat jalur logistik dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Hal ini sekaligus mendukung penguatan jalur selatan sebagai koridor strategis masa depan untuk pariwisata, perdagangan, dan industri.
Turut mendampingi Presiden dalam peresmian, antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.