Episentrum pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai bergeser ke wilayah Indonesia Timur. BPS mencatat Pulau Sulawesi menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara tahunan. Foto: Ilustrasi/Dok Antara
JAKARTA, (ERAKINI) - Episentrum pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai bergeser ke wilayah Indonesia Timur. Badan Pusat Statatistik (BPS) mencatat Pulau Sulawesi menjadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara tahunan (year on year/yoy) di antara wilayah lain di Indonesia pada triwulan III 2025.
“Wilayah Sulawesi menunjukkan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan III 2025 dibandingkan dengan triwulan III 2024,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud saat merilis data statistik ekonomi terbaru, di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Provinsi penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi dari wilayah ini adalah Sulawesi Selatan, yang mencatat pertumbuhan sebesar 2,23 persen. Diikuti Sulawesi Tengah (1,85 persen), Sulawesi Tenggara (0,70 persen), Sulawesi Utara (0,63 persen), Sulawesi Barat (0,23 persen), dan Gorontalo (0,20 persen).
Secara nasional, BPS mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan III-2025 tumbuh 1,43 persen dibanding triwulan II-2025 (q-to-q). Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2025 mencapai Rp6.060,0 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.444,8 triliun.
Pertumbuhan tertinggi ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terjadi pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 5,42 persen; diikuti konstruksi 5,28 persen; serta industri pengolahan 4,09 persen.
Sementara itu, beberapa lapangan usaha yang mengalami kontraksi di antaranya administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 17,15 persen, serta jasa keuangan dan asuransi sebesar 4,13 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,77 persen.
“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan III 2025, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan utama atau sumber pertumbuhan terbesar, yaitu 2,54 persen,” kata Edy
Selain itu konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 juga ditopang oleh komponen net ekspor dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,15 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 1,59 persen.
Secara struktur, konsumsi rumah tangga menyumbang 53,14 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB), diikuti PMTB 29,09 persen dan ekspor 23,64 persen.
Sementara itu, ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,04 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa pendidikan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,59 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,91 persen.
"Sampai dengan triwulan III-2025, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,01 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,37 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,13 persen," bebernya.
Pertumbuhan Relatif Stabil
Secara spasial, perekonomian Indonesia pada triwulan III-2025 mencatat pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).
Kelompok provinsi di Pulau Jawa tetap menjadi kontributor utama terhadap perekonomian, dengan kontribusi sebesar 56,68 persen terhadap PDB nasional serta mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen.
Sumber pertumbuhan utama wilayah Jawa mencakup industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi. Provinsi penopang tertinggi pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa adalah DKI Jakarta, dengan andil sebesar 1,38 persen.
“Ekonomi wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Wilayah Jawa tumbuh sebesar 5,17 persen dan wilayah Sulawesi tumbuh sebesar 5,84 persen. Pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah ini ditopang oleh kegiatan industri pengolahan,” kata Edy.
Selanjutnya, ekonomi wilayah Sumatera tumbuh sebesar 4,90 persen yoy, Bali-Nusa Tenggara 4,71 persen yoy, Kalimantan 4,70 persen yoy, serta Maluku dan Papua 2,68 persen yoy. Sumber pertumbuhan utama wilayah Sumatera adalah pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sumatera adalah Sumatera Utara, dengan andil pertumbuhan sebesar 1,06 persen.
Sementara untuk sumber pertumbuhan utama wilayah Bali-Nusa Tenggara adalah industri pengolahan, akomodasi dan makan minum, serta perdagangan. Provinsi yang memberikan pertumbuhan tertinggi adalah Bali, dengan andil pertumbuhan 2,77 persen.
Untuk wilayah Kalimantan, sumber pertumbuhan utama meliputi industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Provinsi yang menyumbang pertumbuhan tertinggi di wilayah ini yakni Kalimantan Timur dengan andil 2,24 persen.
Terakhir, ekonomi Maluku dan Papua disokong oleh industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian sebagai sumber pertumbuhan utamanya. Adapun provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi yaitu Maluku Utara, dengan andil 5,70 persen.