Penutupan Stasiun Karet Bikin Pengguna KRL Marah, Ini Alasan KAI Commuter
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Rencana penutupan Stasiun Karet di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menuai kemarahan dari pengguna KRL Commuter Line. Protes ini ramai di berbagai media sosial seperti Twitter (X), Instagram, dan Facebook.
"Aku bingung deh dengan keputusan kayak gini. Mereka pernah beneran ngerasain naik KRL gak sih? Atau jalan dari BNI City ke Karet? Terus dasarnya apa? Kenapa kita harus terima keputusan bodoh kayak gini? Penelitian mereka mana?" kata akun @whisperingwon.
Beberapa pengguna KRL lainnya juga mengungkapkan penolakannya terhadap rencana pemindahan operasional dari Stasiun Karet ke Stasiun BNI City atau Sudirman. "Nggak kebayang kalau semua dijadiin satu di Stasiun Sudirman. Soalnya, Stasiun BNI City dan Sudirman bukan alternatif yang baik untuk penutupan Stasiun Karet," tulis akun @asongforthesun.
"BNI City justru lebih dekat ke Sudirman. Pemerintah seharusnya melihat seberapa banyak orang yang sering naik turun di Stasiun BNI dan Karet. Banyak orang yang turun di Karet, jadi kalau ditutup, rutinitas mereka pasti terganggu dan jaraknya akan jadi lebih jauh," timpal akun @nightfuryyyy.
Beberapa pengguna KRL bahkan berpendapat bahwa Stasiun BNI City seharusnya yang ditutup, bukan Stasiun Karet, mengingat lebih banyak pengguna yang bergantung pada Stasiun Karet.
"Apa yang mereka tahu tentang KRL? Sehari-hari aja pakai mobil pribadi atau dinas. Coba rasain naik KRL pas jam sibuk. Karet sudah padat banget, mau ditutup? Mendingan tutup aja Stasiun BNI City, nggak berguna juga, orang bisa integrasi ke MRT dari Sudirman," sebut akun @doiebluesky.


















