Mengenal Sriwijaya Capital, Perusahaan Ekuitas Swasta Milik Arsjad Rasjid
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Setelah tidak lagi aktif di dunia politik, mantan Ketua Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024, Arsjad Rasjid, kembali menekuni aktivitas bisnis. Kali ini, Ketua Kadin Indonesia periode 2021-2023 tersebut resmi meluncurkan perusahaan ekuitas swasta bernama Sriwijaya Capital.
Arsjad menyebut, kehadiran Sriwijaya Capital merupakan wujud komitmennya untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi Indonesia. Nama “Sriwijaya” dipilih sebagai penghormatan pada tanah kelahiran ayahnya di Sumatera Selatan yang juga menjadi pusat kejayaan Kerajaan Sriwijaya.
“Alhamdulillah, hari ini Sriwijaya Capital resmi diluncurkan. Nama ini terinspirasi dari Sumatera Selatan, tanah kelahiran ayah saya sekaligus pusat kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Dari warisan maritim itu, kami belajar arti koneksi dan visi lintas generasi,” ujar Arsjad melalui akun Instagram resminya, Jumat (10/10/2025).
Apa itu perusahaan ekuitas swasta?
Melansir berbagai sumber, Minggu (5/10/2025), perusahaan ekuitas swasta atau private equity (PE) adalah firma investasi yang menghimpun modal dari investor institusional maupun individu dengan kekayaan besar. Modal tersebut kemudian diinvestasikan pada perusahaan swasta atau perusahaan publik yang akan dikeluarkan dari bursa saham (delisting), dengan tujuan dijual kembali dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh keuntungan tinggi.
Arsjad menjelaskan, Sriwijaya Capital akan berfokus pada Asia Tenggara. Sebagai langkah awal, perusahaan ini langsung menjalin kemitraan dengan Danantara Indonesia dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan BlueFive Capital, salah satu private equity terbesar asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

















