Pebisnis gitar Alfino Wijaya (tengah berkacamata ) sedang berbagi cerita kesuksesannya yang memasarkan produknya di toko online. Foto ; dok Shopee
JAKARTA (ERAKINI) – Bisnis apapun jika dilakukan secara totalitas maka hasilnya akan baik. Hal ini dilakukan oleh Alfino Wijaya yang berhasil memperoleh omzet puluhan juta setiap bulannya.
Alfino terjun ke bisnis alat musik dengan merek Mandalika. Pria dengan tampilan simpel ini menjajakan dan memasarkan alat musiknya di toko online orange Shopee.
Alfino menyarankan bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar menggunakan media sosial untuk beriklan. Ia juga bilang, manajemen keuangan menjadi hal penting dalam mengelola bisnis.
Alfino bercerita dia tidak sengaja terjun ke bisnis alat musik ini karena keadaan terdesak yakni keuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. ‘’Waktu saya mulai berbisnis, saya hanya jualan ukulele warna-warni, lalu dilanjutkan dengan bisnis gitar. Mandalika ini mulainya di tahun 2018,’’ jelasnya.
Namun, Alfino mengatakan bahwa dirinya tidak menyerah meski awal bisnisnya dilakukan tanpa modal namun dia mengandalkan jaringan kenalannya yakni pemasok alat musik di kawasan Pasar Poncol, Jakarta. Alfino bilang, ia dizinkan membawa sejumlah gitar untuk dibawa ke kampus agar bisa ia jajakan langsung ke calon pembeli. Sebagian gitar ia jual di toko daring dan hasilnya langsung ia bayarkan ke pemasok gitar.
Dia bercerita, "Saat kuliah, saya punya kesempatan untuk menjual alat musiik yang dipasarkan di toko online. Keuntungannya waktu itu cukup bagus, bisa Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu untuk satu unit gitar," ungkapnya.
Ketika keuntungan yang ia kumpulkan dalam menjadi reseller gitar ini terus bertambah, ia memutuskan untuk bekerja sama dengan perajin di Solo, Jawa Tengah dalam pembuatan gitar dan ukulele.
"Kita memutuskan untuk bikin sendiri saja, padahal tidak ada basic menjadi tukang sama sekali. Cuma kita modal nekat saja, trial and error mencoba bikin gitar. Itu di tahun 2021. Saat ini sudah ada 26 perajin gitar untuk Mandalika yang ada di Solo. Kalau ditambah dengan karyawan toko, total ada 28 karyawan di Mandalika. Memang padat karya. Omzet per bulannya saat ini ada sekitar puluhan juta," jelasnya.
Dia juga bercerita, "Di Solo banyak perajin yang sudah tidak ada orderan dan menganggur. Lalu saya ajak untuk ikut saya saja (menjadi perajin gitar), deh. Jadi, mereka tuh sebenarnya sudah berpengalaman tapi tidak ada pekerjaan. Jadi, saya belajar bikin gitar dari anak buah juga waktu itu," tambahnya.
Untuk bahan baku memproduksi gitar, ia menggunakan kayu mahoni yang dibeli dari pengepul kayu di Magelang. Sebagai informasi, harga ukulele yang ia jual mulai dari Rp 300 ribuan, sedangkan untuk gitar akustik berkisar di angka Rp 450.000-1,8 juta.Hingga saat ini, gitar hasil produksi Mandalika sudah menjangkau hingga negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.