Kementerian Kelautan dan Perikanan menjamin stok ikan maupun seafood lainnya, aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru 2025. Foto: Dok Kementerian KKP
"Bisa kami pastikan bahwa stok ikan sampai akhir tahun nanti aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDS) KKP, Budi Sulistiyo, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (27/12/2024).
Budi mengungkapkan bahwa produksi ikan dalam negeri pada bulan Desember 2024 diperkirakan mencapai 1,22 juta ton, atau naik 5,39 persen dibandingkan November. Sementara itu, kebutuhan ikan konsumsi diperkirakan meningkat 5,45 persen, dari 0,9 juta ton pada November 2024 menjadi 0,95 juta ton.
Data estimasi tersebut merupakan hasil koordinasi dengan 38 Dinas Kelautan dan Perikanan di seluruh provinsi Indonesia. Budi menambahkan, pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk memastikan distribusi ikan berjalan lancar tanpa gangguan, sehingga kebutuhan protein ikan masyarakat dapat terpenuhi.
Jenis ikan segar yang diprediksi permintaannya meningkat antara lain nila, udang, bandeng, cumi-cumi, kakap, kerapu, dan cakalang. Sementara untuk produk olahan beku, permintaan diperkirakan akan meningkat untuk bakso ikan, dumpling, chikuwa, crabstick, bandeng presto, dan ikan kaleng.
Budi juga mengungkapkan bahwa dengan pasokan ikan yang surplus, harga ikan cenderung stabil hingga akhir tahun. Namun, beberapa jenis ikan diperkirakan akan mengalami sedikit kenaikan harga, yakni sekitar 3-7 persen.
Misalnya, harga nila yang sebelumnya sekitar Rp32.000 per kg pada bulan November, diperkirakan naik menjadi Rp33.600 per kg di bulan Desember. Begitu pula dengan harga udang yang naik dari Rp77.770 per kg menjadi Rp80.385 per kg.
"Secara umum, kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar, mengingat adanya peningkatan permintaan konsumen dan faktor siklus tahunan, terutama untuk ikan-ikan yang banyak diminati selama Natal dan Tahun Baru," jelas Budi.
Budi juga merinci bahwa permintaan untuk produk olahan, ikan karang, cumi-cumi, dan udang diperkirakan akan meningkat sekitar 5-10 persen. Berdasarkan survei yang dilakukan di Kota Semarang pada 17 Desember 2024, diprediksi permintaan ikan akan meningkat di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka), terutama di daerah pariwisata yang sudah banyak memesan kamar hotel untuk liburan Natal dan Tahun Baru.