Harga Emas Semakin Mengkilap di Pekan Terakhir Januari 2025
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Harga emas terus meroket menuju level tertinggi di pekan terakhir Januari 2025. Dikutip dari Reuters pada Rabu (22/1/2025), harga emas di pasar spot tercatat naik 1,3% menjadi US$2.742,48 per troy ounce, mencatatkan level tertinggi sejak 6 November 2024. Bahkan, harga emas saat ini mendekati rekor tertinggi yang tercatat pada Oktober 2024, yaitu US$2.790,15 per troy ounce.
Selain itu, harga emas berjangka Comex AS juga menguat 0,4% dan ditutup pada level US$2.759,20 per troy ounce. Kenaikan ini terjadi seiring dengan pelemahan dolar AS yang tetap bertahan di dekat level terendah dalam dua pekan terakhir, sehingga membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
Analis komoditas TD Securities, Daniel Ghali, menyatakan bahwa pergerakan harga emas saat ini sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif yang mungkin diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, setelah pelantikannya. Meskipun Trump belum mengungkapkan rincian konkret mengenai tarif atau biaya tambahan terhadap mitra dagang utama, ia memberikan sinyal untuk mempertimbangkan tarif hingga 25% untuk barang impor dari Kanada dan Meksiko mulai 1 Februari mendatang, dengan alasan terkait masalah fentanyl dan imigrasi ilegal.
Lebih lanjut, Peter Grant, Wakil Presiden dan Analis Logam Senior Zaner Metals, mengingatkan bahwa suku bunga yang tinggi dapat mengurangi daya tarik investasi pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas. Pasar juga tengah menantikan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) serta data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter AS.
















