Duh, Rupiah Kian Terpuruk Imbas Polemik Revisi UU Pilkada
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kurs rupiah terhadap dolar AS kembali tergelincir pada transaksi perdagangan antarbank di Jakarta Jumat (23/8/2024) pagi. Polemik revisi UU Pilkada menjadi salah satu faktor merosotnya nilai tukar rupiah.
Rupiah sudah melemah sejak beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Jumat pagi rupiah merosot 45 poin atau 0,29 persen dari sebelumnya sebesar Rp15.600 menjadi Rp15.645 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Kamis, kurs rupiah juga sudah ditutup melemah 100 poin atau 0,65 persen menjadi Rp15.600 per dolar AS.
Analis mata uang Lukman Leong menilai merosotnya kurs rupiah dipengaruhi situasi politik di tanah air terkait polemik remisi UU Pilkada.
"Walaupun sudah mereda namun masih menyisakan kekhawatiran dan ketidakpastian ke depannya," kata Lukman Leong.
Rupiah juga masih dalam tekanan karena data neraca transaksi berjalan yang defisit jauh lebih besar dan yang berturut-turut dalam lima kuartal.
Pada triwulan II-2024, transaksi berjalan mencatat defisit USD3,0 miliar atau setara dengan 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Lebih tinggi dibandingkan dengan defisit pada triwulan I-2024 sebesar USD2,4 miliar atau setara 0,7 persen dari PDB.
Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan berada di rentang Rp15.600 sampai dengan Rp15.700 per .
















