Masa Depan Umat atau Umat Masa Depan yang Disiapkan
Prof Dr KH Muhammad Ishom, M.A.,
Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A.
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Lokakarya Kementerian Agama Republik Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional 2025 di Serpong, Tangerang, berlangsung dalam suasana reflektif. Di tengah agenda evaluasi program dan perumusan kebijakan, forum ini membuka ruang perenungan yang lebih mendasar tentang arah kehidupan keagamaan di Indonesia. Pertanyaan tentang masa depan umat beragama terasa semakin mendesak di tengah perubahan sosial dan teknologi yang kian cepat.
Diskusi dalam lokakarya tersebut tidak berhenti pada persoalan teknis birokrasi. Para peserta diajak melihat ke depan, melampaui rutinitas pengelolaan umat yang selama ini berjalan. Ada kesadaran bahwa tantangan keagamaan ke depan tidak lagi identik dengan konflik terbuka atau kemiskinan ekstrem, melainkan perubahan cara manusia memaknai hidup.
Dari sudut pandang futurologi, masyarakat global bergerak menuju fase dengan tingkat sekuritas yang semakin tinggi. Teknologi menjanjikan kenyamanan, negara menyediakan perlindungan sosial, dan risiko hidup dapat dipetakan melalui data. Dalam kondisi seperti ini, agama justru menghadapi ancaman yang sunyi, bukan karena ditolak, melainkan karena dianggap tidak lagi mendesak.
Sejumlah pemikir masa depan mencatat bahwa agama kerap menemukan momentumnya dalam situasi krisis dan ketidakpastian. Ketika hidup terasa aman dan terkendali, manusia cenderung menggantungkan diri pada sistem, bukan nilai. Agama lalu bergeser menjadi identitas simbolik, hadir dalam seremoni, tetapi menjauh dari pusat pengambilan keputusan hidup.


















