Terganggu dengan Tidur Ngorok? Ini 8 Langkah Mudah Atasi Tidur Ngorok
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Ngorok atau mendengkur adalah kondisi saat seseorang mengeluarkan bunyi dari hidung dan mulutnya ketika tertidur. Ini umum terjadi pada sebagian orang.
Ketika bernapas, udara akan masuk melalui hidung atau mulut untuk dialirkan ke paru-paru. Saat saluran pernapasan, seperti hidung, mulut, dan tenggorokan, mengalami penyempitan atau kelainan bentuk, aliran udara akan tertahan dan menyebabkan tekanan yang tinggi.
Tekanan inilah yang dapat menimbulkan getaran suara dan menghasilkan bunyi, sehingga terjadilah dengkuran atau ngorok. Uniknya, hampir sebagian besar orang dewasa pernah, bahkan rutin mengalami ngorok.
Rasa lelah umumnya menjadi pemicu seseorang ngorok saat tidur. Saat ngorok, pernapasan akan terhenti selama beberapa detik.
Akibatnya, kadar oksigen dalam darah menjadi turun dan otak akan 'membangunkan' tubuh dengan paksa agar dapat kembali menghirup oksigen. Hal inilah yang menyebabkan orang yang ngorok bisa tersentak saat tidur.
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang ngorok saat tertidur, misalnya:
- Obesitas,
- Kebiasaan minum minuman beralkohol,
- Posisi tidur terlentang,
- Kelainan pada hidung maupun tenggorokan,
- Pembesaran amandel (seringkali terjadi pada anak).

Adapun penyebab lain kenapa seseorang kerap tidur ngorok bisa jadi karena ada tanda-tanda penyakit serius, seperti sleep apnea atau gangguan tidur karena adanya periode henti napas secara berulang pada saat tidur sehingga membuat kadar oksigen dalam darah menurun.


















